Sel merupakan unit terkecil
kehidupan. Berdasarkan ada tidaknya membran inti maka sel dibedakan menjadi 2,
yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik ialah sel yang tidak
mempunyai membran inti, ukuran kecil, uniseluler, organisasi internal sel
sederhana, materi genetik sel tidak di selubungi oleh membran sehingga materi
genetik tersebar pada sitoplasma dan disebut daerah nucleoid. Sel prokariotik
meliputi golongan Eubacteria dan Arhaebacteria. Escherichia coli
merupakan salah satu spesies eubacteria yang banyak dipelajari untuk
memahami sel prokariotik ( Tim Dosen UIN.2013 ; hal 11 ).
Semua sel diselimuti oleh suatu
membran yang mengatur perjalanan materi antara sel tersebut dengan lingkungan
sekelilingnya setiap sel, pada tahapan tertentu pada hidupnya mengandung DNA,
yaitu materi yang dapat diwariskan yang mengarahkan aktivitas-aktivitas
tersebut.
Semua bentuk kehidupan lainnya tersusun dari sel-sel eukariotik.
Sel eukariotik jauh lebih kompleks daripada sel prokariotik. Karena dibagi-bagi
oleh membran-membran internal menjadi ruangan-ruangan fungsional, atau
organel,yang berbeda-beda. Pada sel eukariotik, DNA tersusun bersama-sama
dengan beberapa jenis protein tertentu menjadi struktur yang disebut sebagai
kromosom yang terdapat didalam sebuah nukleus, organel terbesar pada sebagian
besar sel eukariotik ( Campbell.2002 ; hal 26 ).
Perbedaaan yang nyata antara sel prokariotik dan eukariotik
adalah sel eukariotik terdapat pengorganisasian atau pemisahan organel-organel
sel yang lebih jelas, sedangkan organel-organel sel prokariotik tidak memiliki
membran seperti sel eukariotik. Seluruh proses metabolisme sel prokariotik terjadi
dalam sitoplasma sel.
Struktur sel prokariotik dapat dilihat sebagai
berikut :
Struktur
|
Terdiri atas
|
Selubung luar
|
Dinding sel, membran
sel
|
Sitoplasma
|
Ribosom, tilakoid (
sianobakteri )
|
Nukleoid
|
Enzim, kromosom ( DNA )
|
Pada umumnya sel
eukariotik berukuran sangat kecil. Sebagian besar sel berukuran jauh lebih
kecil dari 1 mm. beberapa diantaranya bahkan berukuran 1/1.000 milimeter ( 1 mm
). Isi sel dan makromolekul yang berada di dalam sel bahkan masih tetap lebih
kecil daripada ukuran mikromolekul, dan diukur dalam satuan nanometer ( nm ).
Struktur sel terdiri atas
dua bagian, yaitu protoplasma dan membran dinding sel. Membran atau dinding sel
merupakan bagian terluar sel yang membatasi kloroplas dengan lingkungannya.
Protoplasma berisi cairan kental yang disebut protoplasma. Di dalam protoplasma
ditemukan beragam organel.
·
Struktur sel prokariotik
Struktur sel eukariotik
Berdasarkan letaknya,
protopolasma dibedakan atas sitoplasma dan nukleoplasma. Sitoplasma terdapat
diantara inti sel ( nukleus ) dengan membran sel, sedangkan nukleoplasma
terdapat didalam nukleus ( Priadi, Arif .2006 ; 15-16 ).
·
Fungsi organel
Organel adalah suatu kantung yang dilapisi membran atau suatu
komportemen ( ruang ) yang mempunyai fungsi metabolik khusus didalam sel. Nukleus merupakan organel
yang paling menyolok.
1.
Membran Plasma
Tersusun atas protein dan lemak. Fungsinya yaitu melindungi sel,
mengatur keluar masuknya zat dan sebagai penerima rangsang dari luar sel.
2.
Retikulum Endoplasma
Berbentuk seperti
benang-benang jala, dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Retikulum Endoplasma kasar, fungsinya yaitu transpor dan
sintesis protein. dan juga terdapat ribosom
b. Retikulum Endoplasma halus, Tidak terdapat ribosom, dan
mempunyai fungsi transpor dan sintesis lemak dan steroid.
1.
Nukleus
Merupakan organel terbesar, mempunya membran rangkap. Didalam
nukleus terdapat nukleoplasma yang terdiri atas benang kromatin dan juga
tersusun DNA, RNA dan Protein. Fungsinya sebagai pengendali seluruh aktivitas
sel, dan pengatur pembelahan sel.
2.
Sentriol
Sel ini hanya dimiliki oleh sel hewan. Fungsinya menarik
kromosom menuju ke kutub.
3.
Sitoplasma
Tersusun atas cairan sitosol dan organel yang padat. Fungsinya
yaitu sebagai tempat reaksi metabolisme sel.
4.
Badan Golgi.
Terdiri atas membran berbentuk kantong pipih. Fungsinya sebagai
sekresi polisakarida, protein dan lendir.
5.
Ribosom
Tersusun dari protein dan tidak bermembarn. Fungsinya sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein.
Tersusun dari protein dan tidak bermembarn. Fungsinya sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein.
6.
Lisosom
Yang merupakan membran berbentuk kantong kecil berisi enzim
hidrolitik yang fungsinya untuk percernaan infrasel. Mempunyai berbagai fungsi,
antara lain :
a.
Mencerna materi yang diambil
secara endositosis.
b.
Menghancurkan organel sel
yang sudah tidak berfungsi atau biasa disebut
autofage.
c.
Menghancurkan selnya sendiri
(autolisis).
7.
Mitokondria
Memiliki membran rangkap dan berlekuk-lekuk membentuk krista.
8.
Dinding sel
Tersusun atas protein selulose, hemiselulose, pektin dan lignin.
Fungsinya memberi bentuk pada sel, melindungi sel sebelah dalam dan mengatur
transportasi zat.
9.
Plastida
Organel yang mengandung pigmen,
terdiri dari :
a. Kloroplas, mengandung klorofil
b. Kromoplas, mengandung pigmen merah, jingga, dan kuning.
c. leukoplas, tidak mengandung pigmen.
12. Vakuola
Sel tumbuhan yang bersifat menetap. Fungsinya tempat menyimpan
cadangan makanan, pigmen, minyak atsiri dan sisa metabolisme ( Firmansyah dkk.
2009 : 40-41 ).
·
Perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik.
Sel prokariotik, tidak memiliki membran inti jumlah kromosom 1 ukuran
ribosom 70 s, serta organel sel tidak lengkap. Sel eukariotik, memiliki membran
inti jumlah kromosom lebih dari satu. Ukuran ribosom 50 s organel sel lengkap.
Seperti mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom dan ini berikut
perbedaannya.
Komponen
|
Sel prokariotik
|
Sel eukariotik
|
ukuran
|
1-10 mikro
|
10-100 mikro
|
organisme
|
Bacteria,cyanobakteria
|
Fungi,tumbuhan dan hewan
|
DNA
|
Di sitoplasma bentuk
Sirkuler
|
Di nukleoplasma bentuk benang halus dan
panjang
|
RNA dan protein
|
RNA dan protein
disintesis di sitoplasma
|
RNA di sintesis di nukleus dan protein di
sitoplasma
|
Ribosom
|
Bebas di sitoplasma
|
Ada yang bebas dan ada yang terikat pada RE
|
Sentriol
|
Tidak ada
|
Ada pada sel hewan
|
Pembelahan
|
Mitosis
|
Meiosis
|
Reproduksi aseksual
|
Jarang
|
Ada
|
Sitoplasma
|
Tanpa sitoskeleton,
tidak ada gerakan
|
Punya sitoskeleton, ada
gerakan sitoplas
|
Peptidoglikan
|
Ada
|
Tidak ada
|
Mitokondria, aparatus
golgi, RE
|
Tidak ada
|
Ada
|
Pengambilan makanan
|
Absorbsi
|
Absorsi, endositosis
dan fotosintesis
|
Metabolisme
|
Anaerob dan aerob
|
Aerob
|
Ciri-ciri organisme
prokariotik merupakan sel yang tidak mempunyai membran nukleus sehinggaa
subtansi nukleusnya tercampur atau mengandakan hubungan langsung dengan
sitoplasma.
Walaupun sel prokariotik
dan sel eukariotik memiliki kompleksitas yang jauh berbeda. Dapat melihat bahwa
keduanya ternyata memiliki ukuran, bentuk, dan ciri-ciri struktural khusus yang
sangat bervariasi. Tetapi semuanya merupakan struktur yang sangat teratur yang
berfungsi menjalankan proses-proses rumit yang harus berlangsung demi
kelangsungan hidup sel tersebut.
Kedua organisme
eukariotik dan prokariotik mendapatkan energi yang mereka butuhkan untuk tumbuh
dan mempertahankan fungsi sel normal melalui respirasi selular. Respirasi
selular memiliki 3 tahap utama : glikolisis, siklus, asam sitrat, dan transport
elektron. Pada eukariotik, reaksi respirasi selular yang paling terjadi dalam
mitokondria. Dalam prokariotik, mereka terjadi dalam sitoplasma dan atau dalam
membran sel ( Campbell Reece. 2002 : 112-114 ).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar