Pages

Rabu, 25 November 2015

SALAH KAH..

Salah kah klo perasaan ini masih ada?
Salah kah klo saat ini hati ini belum berpindah?
Salah kah klo fikiran ini terkadang terbesit tentangnya?
salah kah jika ku masih mengharapkannya?
Salah kah jika sikap dingin ku masih muncul tatkala melihatnya??
Salahkah klo kenangan putih abu2 bersamanya belum dapat kulupakan dan masih teringat jelas dalam benakku??
Dan salah kah jika ku meneteskan air mata jika mengingatnya??
Tapi sanggupkah aku melihatnyaa??
Yang bahkan hanya menegok ke kanan pun diri ini tak mampu..
Rasa dingin dan grogi saat pertama bertemu dan saat terakhir bertemu seakan sama yg membuatku tak dpt mengontrolnya..

Ya Allah semogaaa ini hanyalah fitrah..
Yang tak akan pernah menjauhkan ku dari jati diriku sebagai wanita muslimah :")
Hanya mampu berharap semoga Allah memberi yg terbaik dari setiap langkah2 kehidupanku :")

Mungkin kita sudah LELAH

Sudah lelahkah wahai kawan atas perjuangan ini..?
mungkin jadwal dakwah yang padat itu membuatmu lemah?

Atau tak pernah punya waktu istirahat di akhir pekan yang kau gusarkan, karena harus terus
BERGERAK berdakwah?

Atau pusingnya fikiranmu mempersiapkan acara2 dakwah yang membuatmu ingin terpejam?

Atau panasnya aspal jalanan saat kau melakukan amanah yang ingin membuatmu “rehat sejenak”?

Atau sulitnya mencari orang yang ingin kau ajak HIJRAH ini yang kau risaukan?

Atau karena seringnya kehidupan sekitar kita meminta infak2mu yang membuatmu ingin menjauh?

Dakwah kita hari ini hanya sebatas ‘itu’ saja kawan.
bukan ingin melemahkan tapi izinkan saya mengajakmu merenung sejenak….

Tahukah engkau wahai kawan, siapa Umar bin Abdul Azis??
Tubuhnya hancur dalam rangka 2
tahun masa memimpinnya...
2 tahun kawan, cuma 2 tahun memimpin tubuhnya yang perkasa bisa rontok, kemudian sakit lalu syahid... Sulit membayangkan sekeras apa sang khalifah bekerja…tapi salah satu pencapaiannya adalah;
saat itu umat kebingungan siapa yang harus diberi zakat…
tak ada lagi orang miskin yang layak diberi infaq…

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta.
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu.
Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Tapi Syekh Musthafa Masyhur mengatakan
“Jalan dakwah ini adalah jalan yang panjang tapi adalah jalan yang paling aman untuk mencapai ridho-Nya.”

Ya kawan, jalan ini yang akan menuntun kita kepada ridho-Nya…
saat Allah ridho..
maka apalagi yang kita risaukan?
Saat Allah ridho…semuanya akan jauh lebih indah…karena surga akan mudah kita rasa...,  in syaa Allah.

Rasulullah begitu berat dakwahnya..
harus bertentangan dengan banyak kabilah dari keluarga besarnya..

Mush'ab bin Umair harus rela meninggalkan ibunya...

Suhaib harus rela meninggalkan seluruh yang dia kumpulkan di Mekkah untuk hijrah…

Asma' binti Abu Bakar rela menaiki tebing yang terjal dalam kondisi hamil untuk mengantarkan makanan kepada ayahnya dan Rasulullah

Hanzholah segera menyambut seruan jihad saat bermalam pertama dengan istrinya,

Ka'ab bin Malik menolak dengan tegas suaka Raja Ghassan saat ia dikucilkan…

Bilal, Ammar, keluarga Yasir... mereka kenyang dengan siksaan dari para kafir,

Abu Dzar habis dipukuli karena meneriakkan kalimat tauhid di pasar,

Ali mampu berlari 400 KM guna berhijrah di gurun hanya sendirian,

Utsman rela menginfakkan 3000 unta penuh makanan untuk perang Tabuk,

Abu Bakar hanya meninggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk keluarganya…

Umar nekat berhijrah secara terang terangan,

Huzaifah berani mengambil tantangan untuk menjadi intel di kandang musuh,

Thalhah siap menjadi pagar hidup Rasul di Uhud, hingga 70 tombak mengenai tubuhnya,

Al Khansa' merelakan anak2nya yang masih muda untuk berjihad,

Nusaibah yang walaupun dia wanita tapi tak takut turun ke medan perang,

Khadijah sang cintanya rasul siap memberikan seluruh harta dan jiwanya untuk islam, siap menenangkan sang suami di kala susah.. benar2 model istri shalihah

Atau mari kita bicara tentang :

> Musa…mulutnya gagap tapi dakwahnya tak pernah pudar…
ummatnya seburuk-buruknya ummat, tapi proses menyeru tak pernah berhenti…

> Nuh, 950 tahun menyeru hanya mendapat pengikut beberapa orang saja..bahkan
anaknya tak mengimaninya…

> Ibrahim yang dibakar Namrud,

> Syu’aib yang menderita sakit berkepanjangan tapi tetap
menyeru…

> Yunus, berdakwah selama 33th, hanya 2 org yg menyambut seruannya

> Yahya alayhis salam, yg dibunuh dg cara disembelih oleh kaumnya

> Zakaria juga digergaji tubuhnya....

> Ismail yang rela disembelih ayahnya karena ini perintah Allah…

Deretan sejarah di atas adalah SEBAIK-BAIKnya guru dalam kehidupan kita...

Sekarang beranikah kita masih menyombongkan diri bersama jalan dakwah yang kita lakukan saat
ini,
mengatakan lelah padahal belum banyak melakukan apa apa…bahkan terkadang… kita datang menyeru dengan keterpaksaan, berat hati kita, terkadang menolak amanah (untuk menjadi TELADAN)

Wallahu a'lam

__Satria Hadi lubis__

Jumat, 26 Juni 2015

FAR13ION DAN RAMADHAN ^^

Alhamdulillah 1 proker ramadhan telah usai, menyisakan banyak pengalaman, kenangan, dan momen2 terpenting dari kehidupan suatu FARBION yang dulunya begitu sulit disatukan, namun kini begitu terlihat kompak..
Ditmbah lg dgn semangat2 dakwah dari farbion yang membuatku setiap hari merasa kagum terhadap mereka..saling menasehati satu sama lain..dan mulai mengambil sikap tuk berhijrah sedikit demi sedikit , semogaa semua itu akan terua berlangsung dan ttp istiqomah ;)
Lalu bagaimana dgn diriku sendiri?? Haaaa entahlahh..hati ini terlalu bimbang, dan sepertinya butuh suntikan rohani dan lingkungan yg mmbuatku makin semangat dengan semua ini.. fisik yg tak kuat dan terus kupaksakan, mmbuatku melakukan semua itu tnpa harus kuhayati dlm hati. Namun sy rasa itu jauh lebih baik daripd tidak melakukan sama skali sehingga hnya mmbuat diriku merasa malas dan bersantai2.. bukankah hidup ini hnya tuk ibadah??
Oiaa sekedar info saja..Alhamdulillah ini pertama kalinya aku mnjadi koordinator acara dlm sebuah kegiatan.. yaa mmng awalnya bgitu sulit dan agak kaku *belum berpengalaman -_- perhatiaann hnya terpaku pd jalan tidaknya suatu acara, bahkan yg pling mmbuat tegang, klo ada rangkaian yg sngat urgent namun terlewatkan -_- . Tpii Alhamdulillah Allah masiihh menolong hambanya ;) Acara pesra ini brjalm dgn baik slm 2 hri :) hari pertama diisi dengan pemateri yg gokil tpii tetap bilhikmah, dan hari. Keduaa penuh dgn motivasi dan semangat, :) yg trpenting ambisi untuk mndapatkan salah satu buku yg mnjadi doorprise saat itu telah brada di tnganku :) *lumayan kan buku karya pemateri :D dan diakhiri dgn bukber pareng anak2 panti Nurul Fatimah, yg anak2nya bgr semangat dan patuh :)
Semogaa ini bukan Akhir dari segalanya, tpii akan ada pesantren2 yg lebih baik lg dri hari ini :) syukron yaa Allah atas segala KemudahanMu...terima kasih buat FAR13ION dan terima kasiihh tuk semuanyaa..  <3

Minggu, 21 Juni 2015

INILAH RUMAH KECIL KAMI ;)

Ada saat dimana diri ini harus dipaksa maju dan melaju lebih kencang, ketikaa suatu kelompok itu sudah sangat jauh, dan diri ini masih saja tertinggal jauh do belakang, sedangkan  kita haruss berjalan berbarengan dan bergandengan dengan mereka tuk sampai di tempat tujuan dengan selamat dan terarah.

Ini lah yg kuhadapi saat ini, ketika amanah dakwah tengah menyelimuti diri itu, memaksa qalbu ku tuk tidak tinggal diam terlena dengan keindahan dunia, angan2 tak berujung, dan teman2 yang membuatku lupa dengan jati diriku sendiri sebagai org yg telah lama mengetahui ilmu..

Diri ini yang dulunya begitu egois dan mementingkan diri sendiri..
Kini harus belajar peduli dan memikirkan org lain..
Diri ini yg dulunya acuh dan cuek dengan keadaan..
Kini harus perhatian dan peduli dengan keadaan org lain sekecil apapun itu..
Sungguh amanah dakwah ini mengajarkan dan menyadarkan diriku..
Bahwa aku tidak lah sendiri..
Diri ini bukanlah milik jasadku sepenuhnya..
Melainkan sebagian diri ini adl milik org lain yg harus aku tunaikan hak nya tuk mengajaknya kepada kebaikan..
Bukankah semakin baik iman seseorang..
Maka semakin ia menyadari hakekat penciptaan dirinya??
Ya..
Hanya tuk beribadah..
Dan mengajak org lain untuk beribadah..

Inilah medan jihad yg sesungguhnya di zaman sekrang..
Ketika kebanyakan org lain tidak lagi memegang sunnah..
Ketika kebanyakan org telah cinta dunia dan takut marti..
Ketikaa segala jenis bentuk dosa dan kekacauan negeri ini telah merajalela..
Allah yang maha pemurah dan maha penyayang telah memilih diriku tuk tidak terlena dengan hal itu..
Mencondongkan diri ini lebih ke jalan2 kebaikan..
Dan membuat diri ini semakin banyak tau akan keajaiban dibalik semua penciptaan ini..

Namun tidak sampai disini..
Masih banyak amanah yg engkau harus emban tatkala nikmatnya menuntut ilmu telah dirasakan..
Yahh..
Amanah dakwah..
Mengajarkan dan mengajak org tuk merasakan nikmat iman itu..
Nikmat yg tidak ada lebih menenagkan dari semuanya..
Yang menjadi bukti rasa cinta pada saudarimu..
Karena tentu engkau tidak mau masuk surga sendiri..

Dakwah telah mengajarkanku akan perjuangan yg sesungguhnyaa..
Berusaha mengistiqomah diriku..
Dan mengajarkan diri ini tuk tak terlena dengan hidup yg hanya sekali..
Berada dilingkungan org2 yg sholehah..
Dan saling menasehati satu sama lain karena eratnya ikatan ukhuwah atas dasar kecintaan karena Allah :)

Semogaa jiwa ukhuwah illallah ini akan senantiasa kokoh dan tak berguguran walau ujian kan pasti menghampiri..karena inilah rumah kecil kami :)
Keep istiqomah

Kamis, 07 Mei 2015

Tanaman Obat sistem pencernaan, pernapasan dan endokrin disekitar kita

A.    Sistem Pencernaan
1.      Daun jambu biji
Khasiat
Obat diare, obat maag, sariawan, masuk angin, demam berdarah, penurun kolesterol, luka berdarah, sariawan, dan perut kembung.
Kandungan Senyawa
Menurut pendapat Ris munandar (1989) daun, kulit batang, akar dan buah muda pada daun jambu biji mengandung zat psidi tanin sedangkan khusus daun jambu biji mengandung minyak atsiri, eugenol dan damar disamping zat-zat mineral lain yang banyak terdapat didalam buah. Daun jambu biji mempunyai zat aktif diantaranya adalah minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, tanin, dan pektin. Selain itu tanin juga dapat menyerap racun dan menggumpalkan protein. Dalam penelitian terhadap daun kering jambu biji yang digiling halus diketahui kandungan taninnya sampai 17,4%. Makin halus serbuk daunnya, makin tinggi kandungan taninnya, senyawa itu bekerja sebagai astrengent yaitu melapisi mukosa usus, khususnya usus besar (Winarno 1997)

Selasa, 05 Mei 2015

KEMBALI TERSADAR

Nasehat asma nadia dan pak esi sutanto kini masih berdengung dalam telingaku, mamotivasi diri ini untuk terus menulis dan menulis, merefleksi kembali hari pendidikan nasional. Mengingat kembali bagaimana kemajuan pendidikan indonesia saat ini. Sungguh ironis ketika para pejabat yang notabene merupakan org cerdas, belum mmpu berhasil mengubah sistem ini.. tentu jika prinsip yang diterapkan saangat jauh dari islam..

GGR Traveling on pare-pare ;)

Bismillah..kesibukan ngampus menyusun dan memikirkan formula, semakin membuatku penat akan semua itu..jurnal yg belum kelar, laporan yg belum diketik dan bolu asisten yg tak kunjung didapat..haaaaaaaaa i will refreshing dimana pun itu..
Dannnn tedenggg... GGR weekend on the pare-pare..kampungnya cia..kampung kami semua.  Sungguuh mereka keluarga yg sangan ramah, baik dan menyambut kami dengan penuuh suka cita :) haaaaaaaaaa udaranya masyaAllah sejuk sekali, dengan tebing , gunung, waduk, pandai, danau, jalanan yg berkelok, mesjid agung yg mengagumkan dan suasana kampung yg begitu kental yg tak pernah ku dapat di kota, betul2 membuatku segar dan dan rindu tuk kembali {}
~parepare 25042014

Kamis, 30 April 2015

HIJAMAH DAN APLIKASI

Tujuan Pembelajaran:

- Mahasiswa memahami landasan fiqh Hijamah
- Mahasiswa memahami kegunaan terapi Hijamah
- Mahasiswa memahami pembagian metode dalam terapi Hijamah
- Mahasiswa memahami standar operasional Hijamah berdasarkan pada standar medis

1. PENDAHULUAN

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil 'alamin. Segala puja dan puji hanya bagi Allah SWT, Pencipta, Pemilik, dan Pemelihara alam semesta. Yang hidup dan Yang maha Mengetahui segala perkara hamba-hamba-Nya. Dia yang memberikan manfaat dan kemudharatan. Dia pula yang berkuasa memberi penyakit, dan Dia pula yang paling berkuasa menyembuhkan serta memberi obatnya. Firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surat Asy-Syuraa ayat 80 : "Dan apabila aku sakit, maka Dia-lah (ALLAH SWT) yang menyembuhkan "

Sholawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta pengikut-pengikut sunnahnya sebagaimana telah kita yakini bersama bahwa segala tindakan dan ucapan Rasulullah SAW bukanlah dorongan nafsunya tetapi semata-mata karena wahyu dari Allah SWT sehingga apa-apa yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw pastilah benar dan bermanfaat bagi ummatnya. Rasulullah sebagai uswatun hasanah (pola perilaku yang baik) membina seluruh ummatnya untuk beribadah kepada Allah SWT, berakhlaq mulia, mengajarkan untuk berperilaku hidup sehat agar ummatnya mampu menjalankan ibadah dengan baik.
Untuk pembinaan kesehatan rohani dan jasmani, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai teknik pengobatan atau therapy sebagaimana terdapat dalam hadits Shahih Al Bukhari dari Said Ibnu Jabir dari Ibnu Abbas dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda: "Kesembuhan itu ada 3 hat, yaitu dalam pisau hijamah, meminumkan madu dan pengobatan dengan besi panas, dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas."

Sesungguhnya Rasulullah SAW pada waktu beliau dimi'rajkan tidak melewati seorang malaikatpun kecuali mengatakan :

"Lakukaniah olehmu Hijamah"{Y\ati\Xs Riwayat At Tirmidzi)
Dalam Ash-Shohihain dari Humaid Ath Thawil dari Anas bahwasanya Abu Thibbah melakukan bekam pada Nabi lalu beliau memerintahkan untuk memberikan 2 (dua) sha' makanan kepadanya.

Dari Ibnu Abbas RA, "bahwasanya Nabi SAW minta berbekam dan Beliau memberikan upah kepada orang yang menghijamah Nabi itu. "(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Dari Anas RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda: "Sebaik-baiknya sesuatu yang kamu pergunakan menjadi obatadaiah Ai Hijamah. "(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Pada hadits lain termuat: "Lakukaniah oiehmu Hijamah pada rongga kuduk, karena akan menyembuhkan 72 penyakit.

Dari sini jelas, bahwasanya pengobatan ini begitu penting karena disamping menyehatkan juga bernilai amalan sunnah. Dengan demikian tentu alangkah mulianya jika kita sebagai ummatnya juga ikut mewarisi dan mengamalkan serta mengembangkan terapi sunnah ini.

2. DEFINISI HIJAMAH

Perkataan "Hijamah" berasal dari istilah Bahasa Arab yang berarti "pelepasan darah kotor" dan bukan "A/ Fashd"{pembuang darah), atau dalam bahasa Inggris disebut dengan "Cuppincf, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah "Bekam". Di Indonesia kita kenal dengan istilah Kop atau Canduk.

Hijamah merupakan teknik pengobatan Sunnah Rasulullah SAW yang telah dipraktekkan oleh manusia sejak zaman dahulu.Kini pengobatan ini dimodernkan dan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah, dengan menggunakan alat yang praktis dan efektif serta tanpa efek samping.

Hijamah adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid-racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Toksid/toksin adalah endapan racun/zat kimia yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh. Toksin ada pada hampir setiap orang. Toksin berasal dari pencemaran udara maupun dari makanan yang mengandung zat pewarna, pengembang, penyedap rasa, pemanis, pestisida sayuran, dll.

Kulit adalah organ yang terluas dalam tubuh manusia, karena itu banyak toksid/racun berkumpul disana. Dengan berbekam dapat membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Inilah salah satu DETOKSIFIKASI (proses pengeluaran toksin) yang sangat mujarab serta tiada efek samping. Alhijamah sangat berkesan untuk melegakan atau menghapuskan kesakitan, memulihkan fungsi tubuh/badan serta memberi harapan pada penderita untuk terus berikhtiar mendapat kesembuhan.

Hijamah dapat menghilangkan rasa sakit pada bahu dan tenggorokan jika dilakukan pada bagian kuduk. Juga dapat menghilangkan sakit pada bagian kepala serperti muka, gigi, telinga dan hidung jika penyakit itu disebabkan oleh terjadinya penyumbatan pada darah atau rusaknya jaringan darah.

Abu Ubaid menyebutkan dalam kitabnya "Gharibul Hadits"melalui sanad Abdurrahman bin Abi Laila : " Bahwasanya Rasulullah Saw, melakukan bekam pada kepalanya dengan tanduk ketika disihir orang

Hijamah juga sangat bermanfaat untuk mengobati orang yang keracunan makanan, bisa dan sejenisnya. lebih-lebih jika negeri itu adalah negeri panas dan terjadi pada musim panas. Kekuatan racun itu mengalir ke seluruh tubuh melalui darah sehingga tubuh berkeringat, racun sudah menjalar ke jantung, maka yang keracunan itu tidak dapat tertolong lagi. Nabi Muhammad SAW memilih berhijamah pada kuduk (tengkuk)nya karena tempat itulah yang paling dekat kepada jantung, walaupun materi racun itu tidak keluar keseluruhannya. Namun hal itu sudah cukup meringankan penderitaan orang yang keracunan itu.

Titik hijamah di bawah dagu dapat menyembuhkan sakit gigi, sakit pada bagian wajah, kerongkongan dan pada urat leher, serta membersihkan kepala dan kedua telapak tangan. Hijamah di belakang tapak kaki (bagian atas tapak kaki) dapat menggantikan venesection sephena, yaitu urat besar pada mata kaki, menghilangkan kutil-kutil (borok) yang tumbuh di kedua paha, betis serta tulang kering. Juga dapat menghentikan keluarnya darah haid (terputusnya menstruasi) dan gatal-gatal buah testis (kantung kemaluan laki-laki). Hijamah di bawah dada diatas perut dapat menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis, panu yang ada di paha, kaki yang sering kebas/linu, encok, penyakit, wasir (hermorhoid), penyakit kegajahan (kaki bengkak) atau elephantiasis, dan gatal-gatal pada punggung.

Sejak zaman mesir kuno alhijamah menjadi amalan bagi penyembuhan berbagai penyakit, seperti sawan {epilepsy), stroke, hingga ke penyakit yang ringan seperti masalah kulit dan letih lesu. Perawatan ini tidak perlu diragukan lagi karena berdasarkan hadits-hadits yang banyak menerangkan kebaikan bagi orang yang mengamalkan alhijamah. Nabi Muhammad SAW merupakan insan yang pertama dihijamah para malaikat dengan perintah Allah SWT sebelum Isra dan Mi'raj. Penjelasan dalam hadits Riwayat Ibnu Majah menerusi Katjir bin Salim.
Selama Aku Berjalan pada malam Isra Mi'raj bersama para malaikat, mereka selalu berkata "Hai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam".

Pada zaman Rasulullah SAW digunakan kaca berupa cawan atau mangkok tinggi. Pada zaman cina kuno mereka menyebut Al Hijamah sebagai "PERAWATAN TANDUK" karena tanduk menggantikan kaca. Dalam bahasa Melayu sering disebut dan sangat polpuler dengan sebutan Bekam. Pada kurun abad ke 18 orang-orang di Eropa menggunakan LINTAH sebagai alat untuk melakukan Al Hijamah. Pada satu masa, 40 juta lintah di impor ke negara perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu akan dilaparkan tanpa di beri makan jadi bila di sangkutkan pada tubuh manusia dia akan terus menghisap darah-darah tadi dengan begitu efektif sekali. Setelah kenyang dia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri prosesi hijamahnya. Ada juga yang menggunakan gelas atau buluh, tetapi hal itu memerlukan api untuk menguapkan dan untuk mendapatkan keadaan vacum.

Hari ini peralatan yang di gunakan sesuai dengan perubahan zaman berteknologi tinggi dan diakui oleh para dokter di rumah sakit. Teknik-teknik menjaga kebersihan alat, tempat dan penderita serta perawat mesti di penuhi.

3. MENGAPA PERLU BERHIJAMAH ?

Tubuh yang sehat dan pikiran yang cerdas adalah faktor penting dalam hidup seorang individu demi melaksanakan tanggung jawab kehidupan mereka. Tapi jika terlalu banyak kotoran dalam badan, akan menyebabkan Statis Darah (pembekuan darah) sehingga sistem darah tidak berjalan dengan lancar. Keadaan ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan fisik maupun mental. Akibatnya akan muncul rasa malas, murung, kerap mengeluh kurang sehat, mudah bosan, dan selalu terasa tertekan. Hal ini akan lebih parah lagi dimana seseorang akan terganggu emosinya, jika banyak terdapat angin dalam darah yang susah dikeluarkan, sehingga perlu mendapat perawatan kejiwaan.

Dengan demikian Statis Darah harus dikeluarkan. Malangnya sistem pengobatan konvensional tidak dapat bertindak demikian. Jadi kita harus mencari pengobatan yang dapat bertindak mengeluarkan toksid-toksid tersebut dengan cepat, agar tubuh kita tidak lemah dan mudah diserang berbagai penyakit. Salah satu sistem pengobatan yang paling berkesan ialah dengan berhijamah dan disinergikan dengan mengkonsumsi herba dari Herba Penawar Alwahida Indonesia (HPAI).

Rasulullah menganjurkan umatnya berhijamah antara tanggal 15 dan 21 setiap bulan qomariyah, sekurang-kurangnya satu kali seumur hidup. Rasululah SAW memuji orang yang berhijamah, karena : "Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan pengiihatan".

Allah SWT mengkhususkan bulan Ramadhan untuk mensucikan Rohani manusia dengan berpuasa. Jadi wajarlah kita berhijamah untuk mensucikan jasmani sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan. Agar kita dapat mengimbangi tenaga kehidupan kita sebagai seorang muslim yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian orang yang berhijamah insya Allah akan mendapatkan syafa'at Rasulullah disamping memperoleh manfaat kesehatan lahir dan bathin.

Tujuan dan Manfaat Al-Hijamah:

Mengamalkan sunah Rosul dalam hal pengobatan Peningkatan Daya Tahan Tubuh (Promotif) Pencegahan Penyakit (Preventif) Penyembuhan Penyakit (Kuratif) Perawatan Pasa Sakit (Rehabilitatif

4.  PERKARA-PERKARA YANG PERLU DI KETAHUI TERKAIT HIJAMAH

Bagi siapa yang ingin menjadikan pekerjaan menghijamah sebagai suatu profesi, yang dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit dan juga sebagai proses amalan bagi pencegahan berbagai penyakit khusus untuk masyarakat umum dan juga untuk anggota keluarga sendiri, harus mengetahui perkara- perkara pokok/azas sebelum melakukan perawatan hijamah sebagai menunaikan tuntutan fardhu kifayah. Adapun Azas perawatan berbekam adalah sebagai berikut:

1. Perlu Belajar dan mengetahui berbagai penyakit kronik dan ringan.

2. Perlu mengetahui fungsi obatan dari sumber alamiah dan juga obatan modern yang mengandung dadah {drug) terkontrol dan terjadwal.
Harus mengetahui dan mahir melihat penyakit dari tanda-tanda fisik penyakit dan kaedah Naturopathy, Iridologi, AnalisisSyaraf Tangan, pengobatan tradisional dan lain- lain.

4. Harus bijak menstabilkan dan mengawal emosi, mental dan memahami kondisi jiwa penderita.

5. Mampu memainkan peranan berkomunikasi dengan anggota kelurga penderita dengan melibatkan musyawarah seluruh anggota keluarga.

6. Mau berkorban dan tidak mengenal lelah dalam merawat penderita.

7. Ketelitian dalam memeriksa penyakit dan diagnosa yang tepat mengenai penyakit sebelum penderita dihijamah amat diperlukan agar tidak berlaku perkara yang tidak diinginkan.

8. Kasus pendarahan yang terlalu banyak dan tanpa henti atau luka yang dalam hingga menjadi cedera. Sekiranya terjadi maka menjadi kesalahan si perawat, yang bisa didakwa oleh si penderita dan anggota keluarganya.

9. Praktik hijamah harus melalui pelatihan formal dan praktikal yang mencukupi dari waktu ke waktu dengan bimbingan dari mereka yang telah berpengalaman.

10. Janganlah sekali-kali menghijamah orang lain jika diri sendiri belum pernah dihijamah.

11. Bagi pemula jangan sekali-kali melakukan hijamah tanpa pengawasan dari yang sudah ahli.

12. Sebelum melakukan bekam upayakan untuk pemeriksaan awal yaitu pengukuran tahap glukosa dalam darah dan kencing, tahap tekanan darah, serta denyut nadi penderita. Juga setelah dihijamah.

13. Obat-obatan yang telah dan sedang dikonsumsi oleh penderita kronik juga perlu dijelaskan supaya tidak timbul masalah sewaktu dihijamah.

14. Harus menjaga kebersihan peralatan dan tempat, serta melakukan proses sterilisasi/disenfeksi sesuai standar yang sudah ditentukan.

5. WAKTU HIJAMAH YANG BAIK

Ibnu Sina dalam kitab beliau menyebutkan tentang waktu yang paling baik untuk berhijamah ialah pada waktu tengah hari (pukul 14 atau 15) karena pada waktu itu saluran darah sedang mengembang dan darah-darah toksid sedang dikeluarkan. Jadi mengikuti prinsip yang sama kita boleh meng-uapkan penderita selama Vi jam, istirahat selama 15 menit dan mulai di bekam.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairoh r.a Nabi Saw bersabda: "Barang siapa berhijamah pada 17, 19 dan 21 hari buian Hijriyah, maka itu adalah hari-hari yang menyembuhkan penyakit".

Perintah Nabi untuk berhijamah pada pertengahan bulan disebabkan oleh karena saat itu keadaan darah sedang bergejolak sehingga darah yang membawa toksin naik ke permukaan. Pada awal bulan darah belum bergejolak, sedangkan di akhir bulan darah sudah mulai berkurang.
Bagi penderita yang memerlukan perawatan segera, seorang perawat kita mesti menolong dengan segala upaya dengan ilmu yang telah Allah anugerahkan. Berilah sentuhan-sentuhan Ilahiah serta memohon kesembuhan kepada Allah SWT semata, karena hijamah seperti juga memakan obat hanyalah salah satu kaedah pengobatan, sedangkan yang menyembuhkan adalah ALLAH SWT. Hijamah adalah Sunnah Rasulullah SAW maka ia mempunyai satu hikmah yang luar biasa dari sisi khasiatnya.

6. STANDAR OPERASIONAL HIJAMAH

A. PERALATAN HIJAMAH

1. Cupping Set (Gelas Vakum) dan Pompa tangan.
2. Lanching Device dan Lanchet/Jarum-jarum kecil (atau pisau bedah kecil untuk kulityang tebal).
3. Stethoscope dan Tensimeter untuk mengukur tekanan darah.
4. Giucometer wntuk mengukur kadar gula darah.
5. Termometerwntuk mengukur suhu badan.
6. Sarung tangan {rubbergloves).
7. Masker pelindung mulut dan hidung.
8. Gunting dan Pisau Cukur.
9. Tissu kertas yang bersih atau kapas (steriicotton) dank ain kasa.
10. Formalin (pengawet kain kasa)
11. Cairan Antiseptik (Minyak Burung Bubut, Minyak Zaitun, dan Alcohol dan larutan klorin)
12. Plastik untuk tempat sampah.
13. Wadah / ember untuk mencuci peralatan kotor.
14.Sabun cuci.
15. Alat UV sterilization (jika memungkinkan)

B. TITIK HIJAMAH

Titik Sunnah adalah titik Hijamah yang sangat dianjurkan dan biasa dilakukan oleh Rasulallah SAW sebagaimana dalam riwayat sebagai berikut:

- Ummu Muaits/Puncak kepala "Sesungguhnya Nabi SA W telah hijamah di kepaia dalam keadaan Ihram karena sakit kepaia".(H.R. Bukhari)

- Akhda'ain / kedua urat ieher
Anas r.a. Ia berkata : "Sesungguhnya Rasulallah SAW hijamah pada akhda'ain (kedua urat Ieher) dan kahil (bahu)." H.R. Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud )

- A! Kahi! / Titik Punuk" ses u n a a u h n va Rasulullah SAW hijamah pada 3 tempat : satu diatas 'kahil'dan dua pada 'akhda'ain'"

- Al-Khadain / Titik bahu "Rasulullah telah hijamah di 'akhda'ain'dan diantara dua bahunya " (H.R. Ahmad)

- 1Ala Warik / Titik pinaaana "Nabi SA W telah hijamah pada pinggangnya karena sakit yang ditanggung. "(HR.Abu Daud)

C. BAGIAN TUBUH YANG TIDAK BOLEH DI-HIJAMAH

1. Bagian perut dan pinggang wanita yang sedang hamil.
2. Tepat di bagian varises.
3. Lubang tubuh alami seperti : bagian kelamin, mata, telinga, anus, hidung, mulut, putting susu.
4. Bagian leher depan (kerongkongan).
5. Pada daerah lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak dan  selangkangan.
6. Tepat di bagian tumor dan luka.

D. ORANG YANG TIDAK BOLEH DI-HIJAMAH

Beberapa hal yang harus diperhatikan setiap para peng-hijamah diantaranya :

1. Penderita diabetes militus (kencing manis) kronis. Kecuali peng-hijamah yang benar-benar ahli dan berpengalaman dalam menangani kasus ini.

2. Pasien yang fisiknya sangat lemah

3. Pada kulit-kulit yang berkudis dan berpenyakit atau infeksi kulit yang merata.

4. Orang tua yang sudah lemah

5. Anak-anak penderita dehidrasi (kekurangan cairan)

6. Penderita penyakit kanker darah (kondisi pasien dalam keadaan lemah)

7. Orang yang terlalu lapar

8. Wanita yang sedang haid

9. Orang yang sakit gemetaran di wajah dan kakinya

10. Penderita penyakit hepatitis A dan B apalagi sedang dalam kondisi akut (kronis)

11. Pasien yang sedang melakukan cuci darah (gagal ginjal). Kecuali peng-hijamah yang berpengalaman.

12. Orang yang menderita kedinginan sementara suhu badannya sedang tinggi.

13. Orang yang menderita tekanan darah rendah

Tidak dianjurkan meletakan gelas diatas urat sendi yang robek bagi pasien yang mengalami robek urat persendian.

E. TAHAPAN HIJAMAH 1. Pra Hijamah
Pertanyaaan dasar sebelum melakukan hijamah:

a. Tanyakan apa yang menjadi keluhan utamanya.

b.  Tanyakan apakah pasien ada keluhan tambahan atau tidak.

c. Tanyakan sejak kapan perjalanan penyakit mulai diderita.

d. Tanyakan pada pasien ada riwayat penyakit diabetes atau tidak, kalau ya apakah pernah melakukan pengecekan kadargula darahnya.

e. Tanyakan kepada pasien berapa tekanan darahnya atau ahli hijamah mengukur jika data tekanan darah pasien belum ada.

f. Tanyakan apakah pasien dalam keadaan kekenyangan atau tidak

g. Tanyakan apakah si pasien semalaman cukup istirahat atau tidak

h. Tanyakan pada pasien apakah pernah menggunakan Narkoba bila juru hijamah mengetahui adanya indikasi pengguna Narkoba.

i. Khusus untuk pasien wanita tanyakan apakah dalam keadaan hamil, sedang mensturasi atau tidak.

j. Dan hal-hal lain yang dianggap perlu.
Mencatat keadaan pasien dalam rekam medik yang meliputi nama, tanggal lahir, alamat, jenis kelamin, pekerjaan dan keluhan penyakit serta kondisi organ pasien dan sebagainya.

Ada 3 hal yang harus dipersiapkan agar mendapatkan hasil hijamah yang optimal:
Persiapan peralatan hijamah

a. Persiapan untuk pasien
- Pasien dalam keadaan rileks, nyaman dan jangan terlalu tegang atau takut.
- Pasien dalam keadaan tidak terlalu kenyang
- Pastikan bahwa pasien tidak sedang mengkonsumsi obat pengencer darah.
- Pasien hendaknya selalu membaca do'a kesembuhan dirinya.

c. Persiapan untuk hijamah:
*. Ahli hijamah harus dalam keadaan sehat dan suci, sebaiknya dalam keadaan berwudlu.
*. Awali hijamah dengan do'a kesembuhan yang disyari'atkan.
*. Jelaskan kepada pasien segala sesuatu tentang hijamah dan pastikan pasien sudah mengisi lembar persetujuan tindakan.
*. Lakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan pasien

d. Langkah kerja hijamah.

Langkah - langkah yang harus dilakukan dalam memulai praktek hijamah adalah sebagai berikut :

1. Lakukan pemeriksaan / diagnose tanda vital dan fisik pasien dan catat dalam lembar pemeriksaan. siapkan peralatan hijamah, isi lancing device dengan lancet dan yakinkan dalam kondisi steril.

2. Perhatikan suhu udara pasien dan lingkungan / ruangan.

3. Ukur tensi darah pasien, jika tensi rendah tidak dianjurkan hijamah.

4. Ukur kadar gula darah pasien, jika kadar gula terlalu tinggi tidak dianjurkan hijamah tetapi gunakan bekam kering.

5. Tanyakan keadaan pasien, apakah sedang dalam perawatan dokter? Apabila pasien sedang mengkonsumsi obat pelancar darah / pengencer darah seperti omega, maka tidak dianjurkan untuk hijamah.

6. Pasien dalam posisi berbaring atau tengkurap.

7. Tentukan titik - titik hijamah, lumuri minyak Burung Bubut (MBB).

8. Pasang alat hijamah natau gelas vacuum pada titik - titik tersebut.

9. Setelah 3 s.d 5 menit gelas vacuum dibuka, kemudian disuntik dengan lancing device antara 7 hingga 11 titik.

10. Pasang kembali gelas vacuum pada titik tersebut.

11. Setelah 3 s.d. 5 menit gelas dibuka dan darahnya dibersihkan dengan kapas / tisue.

12. Perhatikan kondisi  pasien, tanyakan pada pasien apakah hijamah dapat dilanjutkan.

13. Suntikan kembali antara 7 hingga 11 titik.

14. Buka kembali daerah hijamah, jika ada darah bersihkan dengan kapas / tisu yang telah ditetesi minyak Herba Jawi, buang pada tempat yang tersedia.

15. Setelah hijamah selesai berikan pijatan ringan di sekitar titik hijamah.

16. Bersihkan atau sterilkan peralatan dengan menggunakan garam dan rapihkan.

2. Pada Saat Hijamah

a. Titik-titik hijamah wajib diawasi oleh ahli hijamah sejak awal hingga akhir selama proses hijamah.
b. Perhatikan dan komunikasikan mengenai kondisi pasien selama hijamah,u seperti kenyamanan dan keadaan fisik.
c. Bila pasien mengalami ketidak nyamanan misalnya mual, muntanh atau mukanya pucat, maka segera lepaskan kop.
e. Bila pasien pingsan, lepaskan gelas kop, bersihkan luka hijamah nya kemudian pasien dibaringkan.
d. Lakukan penekanan pada titik di bawah hidung
f. Berikan minuman manis hangat seperti MADU ASLI, KOPI RADIX SINERGIS, atau SARI KURMA DATES

3. Paska Hijamah

a. Berikan pijatan ringan disekitar titik hijamah

b. Bersihkan atau sterilkan peralatan lalu rapihkan

c. Menganjurkan pasien untuk merubah pola makan dan kebiasaan buruk dan mengkonsumsi suplemen herba untuk menunjang kesehatannya

d. Mewajibkan pasien meningkatkan keyakinan pada ALLAH Yang Maha PENYEMBUH dan mampu menyembuhkan siapapun yang diinginkan-NYA, sehingga mendorong meningkatkan ibadah agar ALLAH berkenan menjadikannya sebagai salah satu hamba yang layak untuk disembuhkan.

7. STANDAR OPERASIONAL OPERASIONAL STERILISASI/DISINFEKSI
A. Tujuan :

1. Membersihkan perlengkapan Hijamah dari berbagai macam mikro organisme pathogen yang membahayakan kesehatan
2. Memutus rantai penyakit menular yang dibawa oleh pasien lewat perlengkapan Hijamah
3. Menimbulkan rasa aman dan kepercayaan pasien terhadap Hijamah

B. Definisi :
Sterilisasi/Disinfeksi merupakan suatu tindakan untuk membinasakan berbagai bentuk mikro organisme pathogen berupa Bakteri, Virus dan Jamur dengan bahan Kimia atau cara fisik lainnya.

C. Ruang Lingkup
1. Gelas Kop/Cup
2. Pompa/pump
3. Lanching
4. Kain kasa
5. Tempat Hijamah/Tempat tidur Hijamah
6. Container Box

D. Prosedur Disinfeksi GELAS KOP

1. Bersihkan gelas kop, pompa, dan lancing dengan air mengalir hingga darah pada bagian dalam dan luar hilang,
2. Gelas Kop, pompa, dan lancing yang sudah dibersihkan lalu direndam dalam larutan klorin dan air dengan perbandingan 1 bagian klorin dan 9 bagian air selama minimal 15 menit,
3. Kop yang sudah direndam dicuci dengan menggunakan sabun pencuci,
4. Gelas Kop, pompa, dan lancing diangkat dari rendaman lalu ditiriskan pada rak/lemari khusus,
5. Jika sudah tiris semprotkan Alkohol 70% lalu lap dengan lap bersih/tissue,
6. Jika mungkin sterilisasikan kop dengan alat UV sterilization selama minimal 15 menit,
7. Gelas Kop, pompa, dan lancing yang sudah disterilkan disimpan dalam box khusus dengan penutup yang rapat untuk siap digunakan,
8. Jika alat kop, pompa, dan lancing digunakan untuk waktu lama maka didalam box hendaknya diletakan formalin yang dibungkus kain kasa.

Disinfeksi KAIN KASA

1. Simpan kain kasa yang telah dipotong pada box khusus yang memiliki penutup rapat.
2. Letakan formalin yang sudah dibungkus kain kasa pada box tersebut.
3. Simpan/biarkan selama minimal 1 jam setelah itu kain kasa siap digunakan.

Disinfeksi TEMPAT HIJAMAH/TEMPAT TIDUR HIJAMAH

1. Lap/bersihkan tempat hijamah dengan kain basah/air sabun.
2. Semprot tempat hijamah dengan alkohol.
3. Lap dengan kain bersih hingga kering.
4. Tempat hijamah siap digunakan.
5. Lakukan disinfeksi tempat hijamah pada setiap pergantian pasien.

Disinfeksi CONTAINER BOX

1. Bersihkan bekas darah pada Container Box dengan menggunakan cairan klorin.
2. Bilas Container Box dengan air mengalir hingga darah pada bagian dalam dan luar hilang.
3. Semprot Container Box dengan alkohol.
4. Lap dengan kain bersih hingga kering.
5. Tempat Container Box siap digunakan.
6. Lakukan disinfeksi Container Box pada setiap pencucian alat.

8. STANDAR OPERASIONAL PENGELOLAAN LIMBAH HIJAMAH

A. Tujuan

1. Melindungi penyebaran Infeksi terhadap para terapis Hijamah
2. Mencegah penularan Infeksi terhadap para terapis
3. Mencegah penularan Infeksi pada masyarakat sekitar

B. Definisi
Limbah Hijamah adalah limbah yang dihasilkan dari pelaksanaan Hijamah berupa darah, lanchet/blade, kain kasa, tissue, sarung tangan, dll

C. Ruang Lingkup
1. Darah
2. Limbah selain darah meliputi lanchet/jarum/pisau bedah, kain kasa, tissue, sarung tangan, dll Sampah Medis terbagi 2 :

🔸. Tidak terkontaminasi

- Tidak memberikan resiko infeksi

- Contoh : kertas, kardus, botol, wadah plastik yang digunakan didalam klinik dapat dibuang ditempat sampah umum

🔸 Terkontaminasi

- Membawa mikro organisme yang mempunyai potensi menularkan infeksi kepada orang yang kontak baik terapis maupun masyarakat

- Contoh : bekas pembalut luka, sampah dari ruang terapi (jaringan, darah, nanah, kasa, kapas, dll) alat-alat yang dapat melukai (jarum, pisau bisturi)

D. Prosedure Pengelolaan Limbah Darah
Darah yang dihasilkan dari Hijamah dipisahkan dengan dikumpulkan dalam sebuah tempat stainless yang tertutup rapat
Darah yang sudah terkumpul dimasukan kedalam tangki septic

E. Prosedure Pengelolaan Limbah Selain Darah

1. Limbah Hijamah selain darah seperti jarum, kain kasa, tissue,sarung tangan dimasukan dalam kantong plastik

2. Semua limbah dibakar dalam Insinerator F. Sampah Kering Dan Sampah Basah

Jarum, kapas, kasa, tissue, pembalut darah, pisaus kapel, botol obat dan Iain-Iain dijadikan satu lalu di BAKAR dalam drum tertutup, setelah itu abunya (berisi gelas/benda yang tidak terbakar) ditanam dalam lubang tertutup.

Jika fasilitas INSINERASI tidak tersedia, limbah klinik dapat ditimbun dengan kapur dan ditanam. Langkah-langkah pengapuran (liming) tersebut meliputi sebagai berikut :

*. Menggali lubang, dengan kedalaman sekitar 2,5 meter

*. Tebarkan limbah klinik didasar lubang sampai setinggi 75 cm
Tambahkan lapisan kapur

* Lapisan limbah yang ditimbun lapisan kapur masih bisa ditanamkan sampai ketinggian 0,5 meter diba wah permukaan tanah

* Akhirnya lubang tersebut harus ditutup dengan tanah

9. KELUHAN PENYAKIT YANG UMUMNYA DAPAT DI-HIJAMAH

"Dan apabi/a aku sakit, maka Dia-iah (ALLAH) yang menyembuhkan"(Q. s Asy Syuaraa : 80)
Ini berarti bahwa hijamah juga seperti cara atau obat yang lain sekedar ikhtiar, sedang penyembuhannya tetap Allah SWT Yang Maha Penyembuh (Asy-Syafii'). Insya Abllah keluhan/ penyakit yang umumnya dapat dihijamah, sebagai berikut:

1. Penyakit Kronis/Menahun, seperti: Migraen
Hypertensi, Stroke
Alergi
Asam urat
Gangguan pernapasan Gatal-gatal dan bisul Epilepsi
Ranker atau Tumor masuk angina
Sakit kepala Gangguan hormone Gangguan pencernaan Ambeien
Sakit tulang belakang Sakit kuning dan liver Kusta Jantung
Gastritis Chronis Gangguan mata Reumatik Insomnia Kesemutan Katarak Batu Empedu lemah ingatan
Gangguan syaraf dan otot, dll

2. Penyakit Akut seperti:
Batuk pilek- Bronchitis acute
Gastritis acute- Sembelit
Mual-mual dan muntah-muntah, terkena racun, dll
Sakit kepala acute
Colli abdomen/kejang perut,

10. KESIMPULAN

HIJAMAH adalah bagian konsep Thibbun Nabawi (Kedokteran Nabi) dan merupakan sunnah bagi seorang muslim. Kini orang-orang China dan Eropa, mewakili pengobatan Timur dan Barat telah mengakui dan mengamalkan teknik pengobatan Hijamah. Oleh karena itu wajib bagi setiap pengamal Hijamah HPA memiliki cara kerja nya  sesuai dengan SOP ini agar Sunnah Thibbun Nabawi khusus nya Hijamah ini tetap terjaga dan tidak menjadi cacat di hadapan seluruh dunia.

11. WORK-SHOP

1. Diri sendiri wajib merasakan dihijamah, sebelum menghijamah orang lain
2. Menghijamah keluarga dekat
3. Menghijamah teman, tetangga, relasi kerja, dll
4. Menerima pasien secara umum
5. Mensosialisasikan hijamah dan herbal melalui syiar da'wah / presentasi massal / orang per orang

CATATAN
Seorang terapis harus lebih dahulu melakukan DIAGNOSA LENGKAP terhadap orang yang akan dihijamahnya. Gunakan teknik diagnosa yang sudah dipelajari pada Modul tentang FISIODIAGNOSA dan Diagnosa Telapak Tangan. Lakukan pencatatan dan penyimpanan file dengan rapih agar sekali waktu dapat dipelajari kembali kemajuan-kemajuan yang telah dicapai setelah terapi dan setelah mengkonsumsi herba HPAI.

DILARANG KERAS...!!!
Mengajarkan Teknik Al-Hijamah kepada sembarang orang sebelum ia mempelajari cara mendiagnosa, mengerti hubungan gejala dengan anatomi organ-organ tubuh, dapat memahami faktor spiritual mental emosi seseorang dan mempelajari teknik sanitasi. Jika terjadi MALPRAKTEK yang dilakukan orang tersebut, maka anda yang bertanggung jawab secara hukum.

Kamis, 26 Februari 2015

FAKTA OBAT!!!

Sudah tidak diragukan lg,dunia pengobatan mempunyai pengaruh penting dalam kehidupan manusia. Ada banyak metode pengobatan dalam dunia pengobatan,salah satunya adalah obat. 
Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia termasuk obat tradisional.

Tapi,tahukah anda fakta-fakta tentang obat??
Inilah 7 fakta tentang obat:

1.Plasebo Efek

Tahu nggak kalau tepung saja bisa menyembuhkan penyakit ? Meskipun persentasinya kecil ( kadang kurang dari 1 persen) dapat ditemukan didalam beberapa jurnal penelitian, misalkan : jika 1000 orang diberikan tablet yang tidak mengandung bahan aktif maka beberapa diantaranya tetap mengalami kesembuhan. Hal ini disebabkan karena peneliti melakukan uji silang yang akan melihat bagaimana jika obat tanpa bahan aktif dibandingkan dengan obat yang berbahan aktif. Namun nggak usah kuatir karena Para peneliti mempunyai standar uji klinis yang diatur secara ketat sehingga saat melaksanakan penelitian kepada manusia dilakukan dengan etis.

Ketika laporan penelitian itu dipublikasikan, maka tiba-tiba saja muncul yang namanya plasebo efek, alias efek pasien yang sembuh ketika tidak diberikan obat. Biasanya efek ini tidak terlalu besar dan sangat kecil,meskipun demikian plasebo efek ini bukanlah tujuan pengobatan. Jadi nggak bisa disimpulkan kalau plasebo efek ini akan menjadi legitimasi anda untuk memberikan obat palsu.

Ingatlah, jika anda memberikan tepung pada pasien, hal tersebut sangat merugikan pasien dan termasuk tindakan kriminal. Jadi nggak usah mengharapkan anda mengobati pasien dengan rujukan penelitian plasebo efek.

2.Tablet 500 mg, tidak pernah ada !
Jangan anda pernah berpikir bahwa tablet merek X 500 mg maka obat yang dikandung didalamnya mengandung tepat 500 mg. Tapi kandungan obat itu bisa lebih atau kurang. Tentu saja pada saat penimbangan obat tersebut diambil sejumlah total yang diharapkan. Namun ketika diuji di laboratorium maka obat tersebut tidak akan mengandung 500 mg loh. Kok bisa demikian ? hal itu disebabkan dalam pembuatan obat setiap apoteker mengacu kepada standar umum yaitu Farmakope Indonesia. Didalam Farmakope disebutkan bahwa “tablet X rentang kadar obat X antara 495 mg-510 mg”. Jadi kandungan obat selalu dalam rentang yang disyaratkan oleh Farmakope.

Tablet …500 mg ? Hmmm, coba anda bertanya pada setiap peneliti di departemen quality control di semua pabrik farmasi di seluruh dunia. Adakah obat yang kandungan kadarnya 500,00 mg ….sangat jarang bahkan mungkin nggak ada.

3. Obat sebelumnya diujikan pada hewan loh.
Anda penyayang binatang ? Siap-siap saja anda bakal terenyuh, Para peneliti biasa menggunakan hewan untuk melakukan uji obat-obatan. Mulai dari tikus, kelinci, anjing bahkan Monyet. Biasanya para ahli itu ingin mengetahui efek-efek obat yang diberikan, misalkan : menghilangkan nyeri, obat tidur, obat bius, dll..

Dosisnya tentu disesuaikan dengan binatang yang diujikan. Kalau mau melakukan pengujian nih biasanya para peneliti menyiapkan beberapa hewan uji dan kemudian memberikan obat dan pembandingnya untuk melihat efek yang dicari. Tidak menutup kemungkinan hewan yang diujikan itu terbunuh atau bahkan menderita karena uji yang dilakukan.Namun dari hasil penelitian ini kemudian didapat manfaat pengobatan kepada manusia, sehingga berbagai macam obat dapat dikonsumsi dan disebarkan keseluruh dunia.

4. Apoteker Tahu Obat tapi tidak diajari jenis Penyakit !
Apoteker itu tahu semua jenis obat-obatan ketika dia lulus dari pendidikan apoteker, namun untuk spesifikasi penyakit jangan harap apoteker bisa paham. Baiklah, saya berikan ilustrasinya. Jika seorang gatal-gatal dan pergi berobat, apoteker yang tidak pengalaman pasti tidak bisa membedakan penyebab gatal antara, Bakteri, Virus, Jamur atau alergi Biasa, namun apoteker tahu dan paham obat-obatan untuk mengobati penyakit kulit yang disebabkan oleh Bakteri, Virus, Jamur, atau alergi biasa. Hal tersebut karena apoteker diberikan pendidikan mengenai obat-obatan sementara mengenai penyakit dan penyebab-penyebabnya dokter diajari lebih banyak.

Jadi jika anda bertanya dengan Apoteker, pastikan anda tahu penyebab penyakit anda dengan sebelumnya pergi ke dokter.

5. Obat Baru itu Nggak ada !
Jika ada sebuah perusahaan farmasi yang mengeluarkan obat paten di tahun 2011, maka sudah bisa dipastikan bahwa obat tersebut ditemukan beberapa tahun yang lalu. Kenapa demikian ? Karena penelitian dalam bidang obat-obatan harus melalui proses penelitian yang panjang, mulai dari penemuan, pengembangan, uji keamaan, uji toksisitas, bioavailabilitas dan masih banyak lagi, bahkan sampai diluncurkan pun obat tersebut masih dalam proses penelitian dan pengembangan. Jika anda membaca jurnal penelitian yang terlampir dalam obat tersebut anda akan menemukan bahwa banyak sekali peneliti yang terlibat dan penelitian yang dilakukan sudah melalui proses yang sangat panjang. Itu dilakukan tentu untuk menjamin keamanan dan kegunaan obat yang dijual dipasar.

Jadi kalau dibilang obat baru ?….No Way!,…aslinya udah lama ditemukan tapi baru kali ini perusahaan farmasi berani melepasnya ke pasaran.

6. Obat Efek sampingnya Banyak!!!
Jangan takut, Efek samping yang banyak itu muncul karena obat selalu diuji dan setiap peneliti akan melaporkan setiap efek samping yang muncul. Nah kumpulanpenelitian ini kemudian dirangkum menjadi laporan efek samping obat. Biasanya laporan efek samping muncul setelah obat diberikan pada penelitian yang dilakukan pada ratusan-ribuan pasien dan jumlahnya kecil. Kalau efek samping itu muncul pada semua pasien, itu namanya bukan efek samping lagi tapi menjadi efek utama, iya kan ?

Secara umum jika obat diminum dengan sesuai dosis dan waktu yang ditentukan maka efek samping yang muncul tentu kecil. Berbeda jika seseorang mengkonsumsi dalam jumlah berlebihan dan dengan waktu yang lama hingga berbulan-bulan.Jadi sebelum mengkonsumsi obat, pastikan dosis yang diminum dan lama waktu pengobatannya, karena obat yang diminum berlebihan itu dapat memberikan efek samping .

Ingat : Jika mengkonsumsi obat sesuai dosis dan mendapatkan efek yang tidak diinginkan segeralah anda melaporkan ke Apoteker atau dokter anda.

7. Obat tidak dijual sebanyak-banyaknya.
Jika anda pengusaha toko dan seorang pembeli ingin membeli 1000 karton Mie instan, tentu anda akan senang dan menjadikan pembeli itu pelanggan utama anda. Tidak demikian dengan Apoteker yang menjual obat di apotek. jika anda datang ke apotek dan membeli amoxicillin 10 karton, pasti anda tidak akan dilayani. Bahkan anda bisa jadi ditolak mentah-mentah karena dengan jumlah obat yang sedemikian besar itu pasti susah dijelaskan penggunannya.

Jadi mungkin Apoteker satu-satunya penjual didunia yang justru tidak mengharap pembelinya membeli obat dalam jumlah besar-besaran, karena selain berbahaya hal tersebut masih perlu ditanyakan untuk apa tujuan obat itu digunakan. Dosis obat kan paling lama 15-30 hari saja (untuk obat tertentu bisa sampai 6 bulan), kalau sampai 10 karton pastinya bikin bingung dan apa laporan penggunaan obatnya.

sumber  (bernadimalik.wordpress.com)

Prinsip Pengobatan kedokteran Dalam Islam

Postingan kali ini berhubungan dengan salah satu materi kuliah yg kuikuti di bimbingan HPAI mengenai bagaimana prinsip pengobatan dalam islam atau nama gaulnya tuh thibbun nabawi.. nah karena kan bnyak tuh, org2 klo sakit hanya mengandalkan manjur tidaknya obat.y tnpa memikirkan klo trnyata berobat itu prlu memperhatikan beberapa hal, yaitu :

1. Prinsip keyakinan, yaitu bahwa yang menyembuhkan adaiah Allah SWT. Dengan demikian dalam merawat pasien harus dilakukan dengan ihsan dan sesuai dengan syari'at Islam (Al Qur'an dan As Sunnah).

2. Menggunakan obat halal dan thoyyib (baik), serta tidak sekali-kali menggunakan obat-obatan yang haram / tercampur bahan yang haram.

3. Prinsip pengobatan yang tidak membawa mudharat (bahaya). Pengobatan ini tidak sekali-kali mencacatkan (merusak) tubuh, kecuali keadaannya sangat darurat dan tidak ada pengobatan lain pada saat itu.

3. Prinsip pengobatan: tidak berbau tahayul, khurafat dan bid'ah.
Prinsip mencari yang lebih baik, berdasarkan kaedah Islam dan ilmu-ilmu pengobatan.

4. Mengambil sebab melalui ikhtiar (berusaha) serta tawakal (berserah diri), juga selalu ikhtiar mencari yang terbaik.

Konsep Kekuatan Fitrah {VitalForce)

Kita telah mengetahui bahwa Allah SWT telah membekali manusia suatu sistem imunitas yang dikenal sebagai kekuatan fitrah. Kekuatan fitrah tergantung kepada 4 (empat) faktor, yaitu
Spiritual (kalbu),
Mental (akal),
Emosi (nafsu) dan
Fisikal (jasmani).

Melalui ke-4 asas inilah Kedokteran Islam meletakkan kaedah perawatan penyakit. Karena bagi si pasien bukan hanya pil, tablet dan suntikan yang diperlukan, tetapi lebih dari itu yaitu 4 (empat) faktor di atas:

Aspek spiritual
Kepada pasien perlu selalu dilakukan pembinaan spiritual sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu selalu meletakkan segunung harapan kepada setiap pasien bahwa "LikuHi dain dawauri' (setiap penyakit pasti ada obatnya).

Mengeluarkan kekuatan fitrah pasien melalui kaedah amalan dzikir. Diantara dzikir yang bisa diamalkan ialah do'a Nabi Yunus as: Tiada Tuhan selain Engkau, sesungguhnya kami termasuk orang yang dzalim. Seringkali pasien mengalami stress yang akan menghilangkan kekuatan fitrah, maka penawar yang digunakan ialah: sabar dan shalat.

Aspek Mental.
Mengubah persepsi pasien terhadap penyakit.Kebanyakan pasien gagal melihat penyakit sebagai kasih sayang dari Allah SWT.Mereka selalu memikirkan yang hilang daripada melihat kebaikan yang masih ada.Perasaan pemilik mutlak menjadikan mental mereka lebih parah.Penawar yang paling mujarab ialah meletakkan azas keyakinan kepada Qadha (ketetapan) dan Qadar (ketentuan) Allah SWT yang tinggi.

Aspek Emosi (nafsu).
Salah satu penawar yang paling mujarab untuk mengendalikan emosi ialah berpuasa.Berpuasa menjadikan emosi seseorang terkendali.Menghindari makanan seperti daging, ikan berdaging hitam, makanan berasam merupakan kaedah perawatan yang terbaik.

Aspek Fisik (jasmani).
Fisik atau tubuh manusia terjadi dari sumber-sumber yang halus dan lembut.Penggunaan bahan kimia sintetis menjadikan tubuh menghadapi tekanan yang maha berat.Berapa banyak kerusakan yang disebabkan oleh obat.Hanya kehalusan dan kelembutan herba sajalah yang sesuai dengan fisiologi
tubuh manusia. Salah satu cara yang digunakan untuk mengistirahatkan tubuh adaiah mendapatkan tidur yang berkualitas

Selasa, 24 Februari 2015

Ketika Amanah Dakwah Datang

Dakwah adalah cinta
Dan cinta akan meminta semuanya darimu..
Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk dan tidurmu.
Bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang engkau cintai.

Lagi2 memang seperti itu.
Dakwah menyedot saripati energimu.
Sampai tulang belulangmu
Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu.
Tubuh yang luluh lantak diseret-seret
Tubuh yg hancur lebur dipaksa berlari.

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.

Puisi itu mengingatkanku pada LDKI IPMI yang dilaksanakan kemarin.. mengingatkanku akan amanah dan janji besar yang telah kuucapkan dari lisanku yang awalnya begitu kaku dan membuatku bergetar mengucapkannya, yang sungguh memiliki makna yg begitu dalam akan amanah dakwah sekolah yang mungkin akan aku terima kelak..

Ya Rabb..sanggupkah hamba menerima dan menjalani semua ini?? Hati hamba begitu berat ya Allah..bukan karena hamba tak mau menerimanya.. melainkan karena rasa khawatir pada diri hamba yang dimana setiap perkataan yg akan aku ucapkan, semuanya akan menjadi pertanggung jawaban di akhirat kelak..saat dimana aku mengucapkan sesuatu, maka dirikulah yang harus paling pertama menjalankannya..sdangkan aku merasa masih kurang dlm menjalankan itu :"(

Mungkinkah ini waswas syetan?? Astagfirullah al azim..
Teringat kembali perkataan seorang akhwat..bahwa ketika kita berniat untuk menegakkan agama Allah maka Allah akan memberikannya pertolongan dan Meneguhkan kedudukan kt di bumi, dan perkataan lain yakni tidak ada yang lebih baik ucapannya dari perkataan seseorang yg mengajak kepada Allah dan insyaallah balasannya yaitu syurga firdaus yg menjadi t4 bagi penyeru dakwah..

Sanggupkah dan mampukah aku??
Teguhkanlah hatiku ya Allah..
Istiqomahkanlah Aku..
Perlancarlah Lisanku..
Dan buatlah org2 mengerti akan ucapanku..
Tanamkanlah keberanian dalam diriku..
Dan jadikanlah aku seorang muslimah bermental baja yang akan bertahan walau badai menghadang..
Bismillahh..
Bismillah...
Kuawali dan kusambut amanah ini dengan mengharapkan ridhoMu..
Dan mengharapkan akan hidayah yg kelak mereka dapatkan dari Lisan dan perjuanganKu..
Yang kelak akan menjadi amalan yg memasukkanku ke dalam Syurganya..
Aminn ya robbal 'alamin :)