Pages

Kamis, 30 April 2015

HIJAMAH DAN APLIKASI

Tujuan Pembelajaran:

- Mahasiswa memahami landasan fiqh Hijamah
- Mahasiswa memahami kegunaan terapi Hijamah
- Mahasiswa memahami pembagian metode dalam terapi Hijamah
- Mahasiswa memahami standar operasional Hijamah berdasarkan pada standar medis

1. PENDAHULUAN

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil 'alamin. Segala puja dan puji hanya bagi Allah SWT, Pencipta, Pemilik, dan Pemelihara alam semesta. Yang hidup dan Yang maha Mengetahui segala perkara hamba-hamba-Nya. Dia yang memberikan manfaat dan kemudharatan. Dia pula yang berkuasa memberi penyakit, dan Dia pula yang paling berkuasa menyembuhkan serta memberi obatnya. Firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surat Asy-Syuraa ayat 80 : "Dan apabila aku sakit, maka Dia-lah (ALLAH SWT) yang menyembuhkan "

Sholawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta pengikut-pengikut sunnahnya sebagaimana telah kita yakini bersama bahwa segala tindakan dan ucapan Rasulullah SAW bukanlah dorongan nafsunya tetapi semata-mata karena wahyu dari Allah SWT sehingga apa-apa yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw pastilah benar dan bermanfaat bagi ummatnya. Rasulullah sebagai uswatun hasanah (pola perilaku yang baik) membina seluruh ummatnya untuk beribadah kepada Allah SWT, berakhlaq mulia, mengajarkan untuk berperilaku hidup sehat agar ummatnya mampu menjalankan ibadah dengan baik.
Untuk pembinaan kesehatan rohani dan jasmani, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai teknik pengobatan atau therapy sebagaimana terdapat dalam hadits Shahih Al Bukhari dari Said Ibnu Jabir dari Ibnu Abbas dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda: "Kesembuhan itu ada 3 hat, yaitu dalam pisau hijamah, meminumkan madu dan pengobatan dengan besi panas, dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas."

Sesungguhnya Rasulullah SAW pada waktu beliau dimi'rajkan tidak melewati seorang malaikatpun kecuali mengatakan :

"Lakukaniah olehmu Hijamah"{Y\ati\Xs Riwayat At Tirmidzi)
Dalam Ash-Shohihain dari Humaid Ath Thawil dari Anas bahwasanya Abu Thibbah melakukan bekam pada Nabi lalu beliau memerintahkan untuk memberikan 2 (dua) sha' makanan kepadanya.

Dari Ibnu Abbas RA, "bahwasanya Nabi SAW minta berbekam dan Beliau memberikan upah kepada orang yang menghijamah Nabi itu. "(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Dari Anas RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda: "Sebaik-baiknya sesuatu yang kamu pergunakan menjadi obatadaiah Ai Hijamah. "(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Pada hadits lain termuat: "Lakukaniah oiehmu Hijamah pada rongga kuduk, karena akan menyembuhkan 72 penyakit.

Dari sini jelas, bahwasanya pengobatan ini begitu penting karena disamping menyehatkan juga bernilai amalan sunnah. Dengan demikian tentu alangkah mulianya jika kita sebagai ummatnya juga ikut mewarisi dan mengamalkan serta mengembangkan terapi sunnah ini.

2. DEFINISI HIJAMAH

Perkataan "Hijamah" berasal dari istilah Bahasa Arab yang berarti "pelepasan darah kotor" dan bukan "A/ Fashd"{pembuang darah), atau dalam bahasa Inggris disebut dengan "Cuppincf, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah "Bekam". Di Indonesia kita kenal dengan istilah Kop atau Canduk.

Hijamah merupakan teknik pengobatan Sunnah Rasulullah SAW yang telah dipraktekkan oleh manusia sejak zaman dahulu.Kini pengobatan ini dimodernkan dan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah, dengan menggunakan alat yang praktis dan efektif serta tanpa efek samping.

Hijamah adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid-racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Toksid/toksin adalah endapan racun/zat kimia yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh. Toksin ada pada hampir setiap orang. Toksin berasal dari pencemaran udara maupun dari makanan yang mengandung zat pewarna, pengembang, penyedap rasa, pemanis, pestisida sayuran, dll.

Kulit adalah organ yang terluas dalam tubuh manusia, karena itu banyak toksid/racun berkumpul disana. Dengan berbekam dapat membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Inilah salah satu DETOKSIFIKASI (proses pengeluaran toksin) yang sangat mujarab serta tiada efek samping. Alhijamah sangat berkesan untuk melegakan atau menghapuskan kesakitan, memulihkan fungsi tubuh/badan serta memberi harapan pada penderita untuk terus berikhtiar mendapat kesembuhan.

Hijamah dapat menghilangkan rasa sakit pada bahu dan tenggorokan jika dilakukan pada bagian kuduk. Juga dapat menghilangkan sakit pada bagian kepala serperti muka, gigi, telinga dan hidung jika penyakit itu disebabkan oleh terjadinya penyumbatan pada darah atau rusaknya jaringan darah.

Abu Ubaid menyebutkan dalam kitabnya "Gharibul Hadits"melalui sanad Abdurrahman bin Abi Laila : " Bahwasanya Rasulullah Saw, melakukan bekam pada kepalanya dengan tanduk ketika disihir orang

Hijamah juga sangat bermanfaat untuk mengobati orang yang keracunan makanan, bisa dan sejenisnya. lebih-lebih jika negeri itu adalah negeri panas dan terjadi pada musim panas. Kekuatan racun itu mengalir ke seluruh tubuh melalui darah sehingga tubuh berkeringat, racun sudah menjalar ke jantung, maka yang keracunan itu tidak dapat tertolong lagi. Nabi Muhammad SAW memilih berhijamah pada kuduk (tengkuk)nya karena tempat itulah yang paling dekat kepada jantung, walaupun materi racun itu tidak keluar keseluruhannya. Namun hal itu sudah cukup meringankan penderitaan orang yang keracunan itu.

Titik hijamah di bawah dagu dapat menyembuhkan sakit gigi, sakit pada bagian wajah, kerongkongan dan pada urat leher, serta membersihkan kepala dan kedua telapak tangan. Hijamah di belakang tapak kaki (bagian atas tapak kaki) dapat menggantikan venesection sephena, yaitu urat besar pada mata kaki, menghilangkan kutil-kutil (borok) yang tumbuh di kedua paha, betis serta tulang kering. Juga dapat menghentikan keluarnya darah haid (terputusnya menstruasi) dan gatal-gatal buah testis (kantung kemaluan laki-laki). Hijamah di bawah dada diatas perut dapat menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis, panu yang ada di paha, kaki yang sering kebas/linu, encok, penyakit, wasir (hermorhoid), penyakit kegajahan (kaki bengkak) atau elephantiasis, dan gatal-gatal pada punggung.

Sejak zaman mesir kuno alhijamah menjadi amalan bagi penyembuhan berbagai penyakit, seperti sawan {epilepsy), stroke, hingga ke penyakit yang ringan seperti masalah kulit dan letih lesu. Perawatan ini tidak perlu diragukan lagi karena berdasarkan hadits-hadits yang banyak menerangkan kebaikan bagi orang yang mengamalkan alhijamah. Nabi Muhammad SAW merupakan insan yang pertama dihijamah para malaikat dengan perintah Allah SWT sebelum Isra dan Mi'raj. Penjelasan dalam hadits Riwayat Ibnu Majah menerusi Katjir bin Salim.
Selama Aku Berjalan pada malam Isra Mi'raj bersama para malaikat, mereka selalu berkata "Hai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam".

Pada zaman Rasulullah SAW digunakan kaca berupa cawan atau mangkok tinggi. Pada zaman cina kuno mereka menyebut Al Hijamah sebagai "PERAWATAN TANDUK" karena tanduk menggantikan kaca. Dalam bahasa Melayu sering disebut dan sangat polpuler dengan sebutan Bekam. Pada kurun abad ke 18 orang-orang di Eropa menggunakan LINTAH sebagai alat untuk melakukan Al Hijamah. Pada satu masa, 40 juta lintah di impor ke negara perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu akan dilaparkan tanpa di beri makan jadi bila di sangkutkan pada tubuh manusia dia akan terus menghisap darah-darah tadi dengan begitu efektif sekali. Setelah kenyang dia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri prosesi hijamahnya. Ada juga yang menggunakan gelas atau buluh, tetapi hal itu memerlukan api untuk menguapkan dan untuk mendapatkan keadaan vacum.

Hari ini peralatan yang di gunakan sesuai dengan perubahan zaman berteknologi tinggi dan diakui oleh para dokter di rumah sakit. Teknik-teknik menjaga kebersihan alat, tempat dan penderita serta perawat mesti di penuhi.

3. MENGAPA PERLU BERHIJAMAH ?

Tubuh yang sehat dan pikiran yang cerdas adalah faktor penting dalam hidup seorang individu demi melaksanakan tanggung jawab kehidupan mereka. Tapi jika terlalu banyak kotoran dalam badan, akan menyebabkan Statis Darah (pembekuan darah) sehingga sistem darah tidak berjalan dengan lancar. Keadaan ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan fisik maupun mental. Akibatnya akan muncul rasa malas, murung, kerap mengeluh kurang sehat, mudah bosan, dan selalu terasa tertekan. Hal ini akan lebih parah lagi dimana seseorang akan terganggu emosinya, jika banyak terdapat angin dalam darah yang susah dikeluarkan, sehingga perlu mendapat perawatan kejiwaan.

Dengan demikian Statis Darah harus dikeluarkan. Malangnya sistem pengobatan konvensional tidak dapat bertindak demikian. Jadi kita harus mencari pengobatan yang dapat bertindak mengeluarkan toksid-toksid tersebut dengan cepat, agar tubuh kita tidak lemah dan mudah diserang berbagai penyakit. Salah satu sistem pengobatan yang paling berkesan ialah dengan berhijamah dan disinergikan dengan mengkonsumsi herba dari Herba Penawar Alwahida Indonesia (HPAI).

Rasulullah menganjurkan umatnya berhijamah antara tanggal 15 dan 21 setiap bulan qomariyah, sekurang-kurangnya satu kali seumur hidup. Rasululah SAW memuji orang yang berhijamah, karena : "Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan pengiihatan".

Allah SWT mengkhususkan bulan Ramadhan untuk mensucikan Rohani manusia dengan berpuasa. Jadi wajarlah kita berhijamah untuk mensucikan jasmani sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan. Agar kita dapat mengimbangi tenaga kehidupan kita sebagai seorang muslim yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian orang yang berhijamah insya Allah akan mendapatkan syafa'at Rasulullah disamping memperoleh manfaat kesehatan lahir dan bathin.

Tujuan dan Manfaat Al-Hijamah:

Mengamalkan sunah Rosul dalam hal pengobatan Peningkatan Daya Tahan Tubuh (Promotif) Pencegahan Penyakit (Preventif) Penyembuhan Penyakit (Kuratif) Perawatan Pasa Sakit (Rehabilitatif

4.  PERKARA-PERKARA YANG PERLU DI KETAHUI TERKAIT HIJAMAH

Bagi siapa yang ingin menjadikan pekerjaan menghijamah sebagai suatu profesi, yang dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit dan juga sebagai proses amalan bagi pencegahan berbagai penyakit khusus untuk masyarakat umum dan juga untuk anggota keluarga sendiri, harus mengetahui perkara- perkara pokok/azas sebelum melakukan perawatan hijamah sebagai menunaikan tuntutan fardhu kifayah. Adapun Azas perawatan berbekam adalah sebagai berikut:

1. Perlu Belajar dan mengetahui berbagai penyakit kronik dan ringan.

2. Perlu mengetahui fungsi obatan dari sumber alamiah dan juga obatan modern yang mengandung dadah {drug) terkontrol dan terjadwal.
Harus mengetahui dan mahir melihat penyakit dari tanda-tanda fisik penyakit dan kaedah Naturopathy, Iridologi, AnalisisSyaraf Tangan, pengobatan tradisional dan lain- lain.

4. Harus bijak menstabilkan dan mengawal emosi, mental dan memahami kondisi jiwa penderita.

5. Mampu memainkan peranan berkomunikasi dengan anggota kelurga penderita dengan melibatkan musyawarah seluruh anggota keluarga.

6. Mau berkorban dan tidak mengenal lelah dalam merawat penderita.

7. Ketelitian dalam memeriksa penyakit dan diagnosa yang tepat mengenai penyakit sebelum penderita dihijamah amat diperlukan agar tidak berlaku perkara yang tidak diinginkan.

8. Kasus pendarahan yang terlalu banyak dan tanpa henti atau luka yang dalam hingga menjadi cedera. Sekiranya terjadi maka menjadi kesalahan si perawat, yang bisa didakwa oleh si penderita dan anggota keluarganya.

9. Praktik hijamah harus melalui pelatihan formal dan praktikal yang mencukupi dari waktu ke waktu dengan bimbingan dari mereka yang telah berpengalaman.

10. Janganlah sekali-kali menghijamah orang lain jika diri sendiri belum pernah dihijamah.

11. Bagi pemula jangan sekali-kali melakukan hijamah tanpa pengawasan dari yang sudah ahli.

12. Sebelum melakukan bekam upayakan untuk pemeriksaan awal yaitu pengukuran tahap glukosa dalam darah dan kencing, tahap tekanan darah, serta denyut nadi penderita. Juga setelah dihijamah.

13. Obat-obatan yang telah dan sedang dikonsumsi oleh penderita kronik juga perlu dijelaskan supaya tidak timbul masalah sewaktu dihijamah.

14. Harus menjaga kebersihan peralatan dan tempat, serta melakukan proses sterilisasi/disenfeksi sesuai standar yang sudah ditentukan.

5. WAKTU HIJAMAH YANG BAIK

Ibnu Sina dalam kitab beliau menyebutkan tentang waktu yang paling baik untuk berhijamah ialah pada waktu tengah hari (pukul 14 atau 15) karena pada waktu itu saluran darah sedang mengembang dan darah-darah toksid sedang dikeluarkan. Jadi mengikuti prinsip yang sama kita boleh meng-uapkan penderita selama Vi jam, istirahat selama 15 menit dan mulai di bekam.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairoh r.a Nabi Saw bersabda: "Barang siapa berhijamah pada 17, 19 dan 21 hari buian Hijriyah, maka itu adalah hari-hari yang menyembuhkan penyakit".

Perintah Nabi untuk berhijamah pada pertengahan bulan disebabkan oleh karena saat itu keadaan darah sedang bergejolak sehingga darah yang membawa toksin naik ke permukaan. Pada awal bulan darah belum bergejolak, sedangkan di akhir bulan darah sudah mulai berkurang.
Bagi penderita yang memerlukan perawatan segera, seorang perawat kita mesti menolong dengan segala upaya dengan ilmu yang telah Allah anugerahkan. Berilah sentuhan-sentuhan Ilahiah serta memohon kesembuhan kepada Allah SWT semata, karena hijamah seperti juga memakan obat hanyalah salah satu kaedah pengobatan, sedangkan yang menyembuhkan adalah ALLAH SWT. Hijamah adalah Sunnah Rasulullah SAW maka ia mempunyai satu hikmah yang luar biasa dari sisi khasiatnya.

6. STANDAR OPERASIONAL HIJAMAH

A. PERALATAN HIJAMAH

1. Cupping Set (Gelas Vakum) dan Pompa tangan.
2. Lanching Device dan Lanchet/Jarum-jarum kecil (atau pisau bedah kecil untuk kulityang tebal).
3. Stethoscope dan Tensimeter untuk mengukur tekanan darah.
4. Giucometer wntuk mengukur kadar gula darah.
5. Termometerwntuk mengukur suhu badan.
6. Sarung tangan {rubbergloves).
7. Masker pelindung mulut dan hidung.
8. Gunting dan Pisau Cukur.
9. Tissu kertas yang bersih atau kapas (steriicotton) dank ain kasa.
10. Formalin (pengawet kain kasa)
11. Cairan Antiseptik (Minyak Burung Bubut, Minyak Zaitun, dan Alcohol dan larutan klorin)
12. Plastik untuk tempat sampah.
13. Wadah / ember untuk mencuci peralatan kotor.
14.Sabun cuci.
15. Alat UV sterilization (jika memungkinkan)

B. TITIK HIJAMAH

Titik Sunnah adalah titik Hijamah yang sangat dianjurkan dan biasa dilakukan oleh Rasulallah SAW sebagaimana dalam riwayat sebagai berikut:

- Ummu Muaits/Puncak kepala "Sesungguhnya Nabi SA W telah hijamah di kepaia dalam keadaan Ihram karena sakit kepaia".(H.R. Bukhari)

- Akhda'ain / kedua urat ieher
Anas r.a. Ia berkata : "Sesungguhnya Rasulallah SAW hijamah pada akhda'ain (kedua urat Ieher) dan kahil (bahu)." H.R. Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud )

- A! Kahi! / Titik Punuk" ses u n a a u h n va Rasulullah SAW hijamah pada 3 tempat : satu diatas 'kahil'dan dua pada 'akhda'ain'"

- Al-Khadain / Titik bahu "Rasulullah telah hijamah di 'akhda'ain'dan diantara dua bahunya " (H.R. Ahmad)

- 1Ala Warik / Titik pinaaana "Nabi SA W telah hijamah pada pinggangnya karena sakit yang ditanggung. "(HR.Abu Daud)

C. BAGIAN TUBUH YANG TIDAK BOLEH DI-HIJAMAH

1. Bagian perut dan pinggang wanita yang sedang hamil.
2. Tepat di bagian varises.
3. Lubang tubuh alami seperti : bagian kelamin, mata, telinga, anus, hidung, mulut, putting susu.
4. Bagian leher depan (kerongkongan).
5. Pada daerah lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak dan  selangkangan.
6. Tepat di bagian tumor dan luka.

D. ORANG YANG TIDAK BOLEH DI-HIJAMAH

Beberapa hal yang harus diperhatikan setiap para peng-hijamah diantaranya :

1. Penderita diabetes militus (kencing manis) kronis. Kecuali peng-hijamah yang benar-benar ahli dan berpengalaman dalam menangani kasus ini.

2. Pasien yang fisiknya sangat lemah

3. Pada kulit-kulit yang berkudis dan berpenyakit atau infeksi kulit yang merata.

4. Orang tua yang sudah lemah

5. Anak-anak penderita dehidrasi (kekurangan cairan)

6. Penderita penyakit kanker darah (kondisi pasien dalam keadaan lemah)

7. Orang yang terlalu lapar

8. Wanita yang sedang haid

9. Orang yang sakit gemetaran di wajah dan kakinya

10. Penderita penyakit hepatitis A dan B apalagi sedang dalam kondisi akut (kronis)

11. Pasien yang sedang melakukan cuci darah (gagal ginjal). Kecuali peng-hijamah yang berpengalaman.

12. Orang yang menderita kedinginan sementara suhu badannya sedang tinggi.

13. Orang yang menderita tekanan darah rendah

Tidak dianjurkan meletakan gelas diatas urat sendi yang robek bagi pasien yang mengalami robek urat persendian.

E. TAHAPAN HIJAMAH 1. Pra Hijamah
Pertanyaaan dasar sebelum melakukan hijamah:

a. Tanyakan apa yang menjadi keluhan utamanya.

b.  Tanyakan apakah pasien ada keluhan tambahan atau tidak.

c. Tanyakan sejak kapan perjalanan penyakit mulai diderita.

d. Tanyakan pada pasien ada riwayat penyakit diabetes atau tidak, kalau ya apakah pernah melakukan pengecekan kadargula darahnya.

e. Tanyakan kepada pasien berapa tekanan darahnya atau ahli hijamah mengukur jika data tekanan darah pasien belum ada.

f. Tanyakan apakah pasien dalam keadaan kekenyangan atau tidak

g. Tanyakan apakah si pasien semalaman cukup istirahat atau tidak

h. Tanyakan pada pasien apakah pernah menggunakan Narkoba bila juru hijamah mengetahui adanya indikasi pengguna Narkoba.

i. Khusus untuk pasien wanita tanyakan apakah dalam keadaan hamil, sedang mensturasi atau tidak.

j. Dan hal-hal lain yang dianggap perlu.
Mencatat keadaan pasien dalam rekam medik yang meliputi nama, tanggal lahir, alamat, jenis kelamin, pekerjaan dan keluhan penyakit serta kondisi organ pasien dan sebagainya.

Ada 3 hal yang harus dipersiapkan agar mendapatkan hasil hijamah yang optimal:
Persiapan peralatan hijamah

a. Persiapan untuk pasien
- Pasien dalam keadaan rileks, nyaman dan jangan terlalu tegang atau takut.
- Pasien dalam keadaan tidak terlalu kenyang
- Pastikan bahwa pasien tidak sedang mengkonsumsi obat pengencer darah.
- Pasien hendaknya selalu membaca do'a kesembuhan dirinya.

c. Persiapan untuk hijamah:
*. Ahli hijamah harus dalam keadaan sehat dan suci, sebaiknya dalam keadaan berwudlu.
*. Awali hijamah dengan do'a kesembuhan yang disyari'atkan.
*. Jelaskan kepada pasien segala sesuatu tentang hijamah dan pastikan pasien sudah mengisi lembar persetujuan tindakan.
*. Lakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan pasien

d. Langkah kerja hijamah.

Langkah - langkah yang harus dilakukan dalam memulai praktek hijamah adalah sebagai berikut :

1. Lakukan pemeriksaan / diagnose tanda vital dan fisik pasien dan catat dalam lembar pemeriksaan. siapkan peralatan hijamah, isi lancing device dengan lancet dan yakinkan dalam kondisi steril.

2. Perhatikan suhu udara pasien dan lingkungan / ruangan.

3. Ukur tensi darah pasien, jika tensi rendah tidak dianjurkan hijamah.

4. Ukur kadar gula darah pasien, jika kadar gula terlalu tinggi tidak dianjurkan hijamah tetapi gunakan bekam kering.

5. Tanyakan keadaan pasien, apakah sedang dalam perawatan dokter? Apabila pasien sedang mengkonsumsi obat pelancar darah / pengencer darah seperti omega, maka tidak dianjurkan untuk hijamah.

6. Pasien dalam posisi berbaring atau tengkurap.

7. Tentukan titik - titik hijamah, lumuri minyak Burung Bubut (MBB).

8. Pasang alat hijamah natau gelas vacuum pada titik - titik tersebut.

9. Setelah 3 s.d 5 menit gelas vacuum dibuka, kemudian disuntik dengan lancing device antara 7 hingga 11 titik.

10. Pasang kembali gelas vacuum pada titik tersebut.

11. Setelah 3 s.d. 5 menit gelas dibuka dan darahnya dibersihkan dengan kapas / tisue.

12. Perhatikan kondisi  pasien, tanyakan pada pasien apakah hijamah dapat dilanjutkan.

13. Suntikan kembali antara 7 hingga 11 titik.

14. Buka kembali daerah hijamah, jika ada darah bersihkan dengan kapas / tisu yang telah ditetesi minyak Herba Jawi, buang pada tempat yang tersedia.

15. Setelah hijamah selesai berikan pijatan ringan di sekitar titik hijamah.

16. Bersihkan atau sterilkan peralatan dengan menggunakan garam dan rapihkan.

2. Pada Saat Hijamah

a. Titik-titik hijamah wajib diawasi oleh ahli hijamah sejak awal hingga akhir selama proses hijamah.
b. Perhatikan dan komunikasikan mengenai kondisi pasien selama hijamah,u seperti kenyamanan dan keadaan fisik.
c. Bila pasien mengalami ketidak nyamanan misalnya mual, muntanh atau mukanya pucat, maka segera lepaskan kop.
e. Bila pasien pingsan, lepaskan gelas kop, bersihkan luka hijamah nya kemudian pasien dibaringkan.
d. Lakukan penekanan pada titik di bawah hidung
f. Berikan minuman manis hangat seperti MADU ASLI, KOPI RADIX SINERGIS, atau SARI KURMA DATES

3. Paska Hijamah

a. Berikan pijatan ringan disekitar titik hijamah

b. Bersihkan atau sterilkan peralatan lalu rapihkan

c. Menganjurkan pasien untuk merubah pola makan dan kebiasaan buruk dan mengkonsumsi suplemen herba untuk menunjang kesehatannya

d. Mewajibkan pasien meningkatkan keyakinan pada ALLAH Yang Maha PENYEMBUH dan mampu menyembuhkan siapapun yang diinginkan-NYA, sehingga mendorong meningkatkan ibadah agar ALLAH berkenan menjadikannya sebagai salah satu hamba yang layak untuk disembuhkan.

7. STANDAR OPERASIONAL OPERASIONAL STERILISASI/DISINFEKSI
A. Tujuan :

1. Membersihkan perlengkapan Hijamah dari berbagai macam mikro organisme pathogen yang membahayakan kesehatan
2. Memutus rantai penyakit menular yang dibawa oleh pasien lewat perlengkapan Hijamah
3. Menimbulkan rasa aman dan kepercayaan pasien terhadap Hijamah

B. Definisi :
Sterilisasi/Disinfeksi merupakan suatu tindakan untuk membinasakan berbagai bentuk mikro organisme pathogen berupa Bakteri, Virus dan Jamur dengan bahan Kimia atau cara fisik lainnya.

C. Ruang Lingkup
1. Gelas Kop/Cup
2. Pompa/pump
3. Lanching
4. Kain kasa
5. Tempat Hijamah/Tempat tidur Hijamah
6. Container Box

D. Prosedur Disinfeksi GELAS KOP

1. Bersihkan gelas kop, pompa, dan lancing dengan air mengalir hingga darah pada bagian dalam dan luar hilang,
2. Gelas Kop, pompa, dan lancing yang sudah dibersihkan lalu direndam dalam larutan klorin dan air dengan perbandingan 1 bagian klorin dan 9 bagian air selama minimal 15 menit,
3. Kop yang sudah direndam dicuci dengan menggunakan sabun pencuci,
4. Gelas Kop, pompa, dan lancing diangkat dari rendaman lalu ditiriskan pada rak/lemari khusus,
5. Jika sudah tiris semprotkan Alkohol 70% lalu lap dengan lap bersih/tissue,
6. Jika mungkin sterilisasikan kop dengan alat UV sterilization selama minimal 15 menit,
7. Gelas Kop, pompa, dan lancing yang sudah disterilkan disimpan dalam box khusus dengan penutup yang rapat untuk siap digunakan,
8. Jika alat kop, pompa, dan lancing digunakan untuk waktu lama maka didalam box hendaknya diletakan formalin yang dibungkus kain kasa.

Disinfeksi KAIN KASA

1. Simpan kain kasa yang telah dipotong pada box khusus yang memiliki penutup rapat.
2. Letakan formalin yang sudah dibungkus kain kasa pada box tersebut.
3. Simpan/biarkan selama minimal 1 jam setelah itu kain kasa siap digunakan.

Disinfeksi TEMPAT HIJAMAH/TEMPAT TIDUR HIJAMAH

1. Lap/bersihkan tempat hijamah dengan kain basah/air sabun.
2. Semprot tempat hijamah dengan alkohol.
3. Lap dengan kain bersih hingga kering.
4. Tempat hijamah siap digunakan.
5. Lakukan disinfeksi tempat hijamah pada setiap pergantian pasien.

Disinfeksi CONTAINER BOX

1. Bersihkan bekas darah pada Container Box dengan menggunakan cairan klorin.
2. Bilas Container Box dengan air mengalir hingga darah pada bagian dalam dan luar hilang.
3. Semprot Container Box dengan alkohol.
4. Lap dengan kain bersih hingga kering.
5. Tempat Container Box siap digunakan.
6. Lakukan disinfeksi Container Box pada setiap pencucian alat.

8. STANDAR OPERASIONAL PENGELOLAAN LIMBAH HIJAMAH

A. Tujuan

1. Melindungi penyebaran Infeksi terhadap para terapis Hijamah
2. Mencegah penularan Infeksi terhadap para terapis
3. Mencegah penularan Infeksi pada masyarakat sekitar

B. Definisi
Limbah Hijamah adalah limbah yang dihasilkan dari pelaksanaan Hijamah berupa darah, lanchet/blade, kain kasa, tissue, sarung tangan, dll

C. Ruang Lingkup
1. Darah
2. Limbah selain darah meliputi lanchet/jarum/pisau bedah, kain kasa, tissue, sarung tangan, dll Sampah Medis terbagi 2 :

🔸. Tidak terkontaminasi

- Tidak memberikan resiko infeksi

- Contoh : kertas, kardus, botol, wadah plastik yang digunakan didalam klinik dapat dibuang ditempat sampah umum

🔸 Terkontaminasi

- Membawa mikro organisme yang mempunyai potensi menularkan infeksi kepada orang yang kontak baik terapis maupun masyarakat

- Contoh : bekas pembalut luka, sampah dari ruang terapi (jaringan, darah, nanah, kasa, kapas, dll) alat-alat yang dapat melukai (jarum, pisau bisturi)

D. Prosedure Pengelolaan Limbah Darah
Darah yang dihasilkan dari Hijamah dipisahkan dengan dikumpulkan dalam sebuah tempat stainless yang tertutup rapat
Darah yang sudah terkumpul dimasukan kedalam tangki septic

E. Prosedure Pengelolaan Limbah Selain Darah

1. Limbah Hijamah selain darah seperti jarum, kain kasa, tissue,sarung tangan dimasukan dalam kantong plastik

2. Semua limbah dibakar dalam Insinerator F. Sampah Kering Dan Sampah Basah

Jarum, kapas, kasa, tissue, pembalut darah, pisaus kapel, botol obat dan Iain-Iain dijadikan satu lalu di BAKAR dalam drum tertutup, setelah itu abunya (berisi gelas/benda yang tidak terbakar) ditanam dalam lubang tertutup.

Jika fasilitas INSINERASI tidak tersedia, limbah klinik dapat ditimbun dengan kapur dan ditanam. Langkah-langkah pengapuran (liming) tersebut meliputi sebagai berikut :

*. Menggali lubang, dengan kedalaman sekitar 2,5 meter

*. Tebarkan limbah klinik didasar lubang sampai setinggi 75 cm
Tambahkan lapisan kapur

* Lapisan limbah yang ditimbun lapisan kapur masih bisa ditanamkan sampai ketinggian 0,5 meter diba wah permukaan tanah

* Akhirnya lubang tersebut harus ditutup dengan tanah

9. KELUHAN PENYAKIT YANG UMUMNYA DAPAT DI-HIJAMAH

"Dan apabi/a aku sakit, maka Dia-iah (ALLAH) yang menyembuhkan"(Q. s Asy Syuaraa : 80)
Ini berarti bahwa hijamah juga seperti cara atau obat yang lain sekedar ikhtiar, sedang penyembuhannya tetap Allah SWT Yang Maha Penyembuh (Asy-Syafii'). Insya Abllah keluhan/ penyakit yang umumnya dapat dihijamah, sebagai berikut:

1. Penyakit Kronis/Menahun, seperti: Migraen
Hypertensi, Stroke
Alergi
Asam urat
Gangguan pernapasan Gatal-gatal dan bisul Epilepsi
Ranker atau Tumor masuk angina
Sakit kepala Gangguan hormone Gangguan pencernaan Ambeien
Sakit tulang belakang Sakit kuning dan liver Kusta Jantung
Gastritis Chronis Gangguan mata Reumatik Insomnia Kesemutan Katarak Batu Empedu lemah ingatan
Gangguan syaraf dan otot, dll

2. Penyakit Akut seperti:
Batuk pilek- Bronchitis acute
Gastritis acute- Sembelit
Mual-mual dan muntah-muntah, terkena racun, dll
Sakit kepala acute
Colli abdomen/kejang perut,

10. KESIMPULAN

HIJAMAH adalah bagian konsep Thibbun Nabawi (Kedokteran Nabi) dan merupakan sunnah bagi seorang muslim. Kini orang-orang China dan Eropa, mewakili pengobatan Timur dan Barat telah mengakui dan mengamalkan teknik pengobatan Hijamah. Oleh karena itu wajib bagi setiap pengamal Hijamah HPA memiliki cara kerja nya  sesuai dengan SOP ini agar Sunnah Thibbun Nabawi khusus nya Hijamah ini tetap terjaga dan tidak menjadi cacat di hadapan seluruh dunia.

11. WORK-SHOP

1. Diri sendiri wajib merasakan dihijamah, sebelum menghijamah orang lain
2. Menghijamah keluarga dekat
3. Menghijamah teman, tetangga, relasi kerja, dll
4. Menerima pasien secara umum
5. Mensosialisasikan hijamah dan herbal melalui syiar da'wah / presentasi massal / orang per orang

CATATAN
Seorang terapis harus lebih dahulu melakukan DIAGNOSA LENGKAP terhadap orang yang akan dihijamahnya. Gunakan teknik diagnosa yang sudah dipelajari pada Modul tentang FISIODIAGNOSA dan Diagnosa Telapak Tangan. Lakukan pencatatan dan penyimpanan file dengan rapih agar sekali waktu dapat dipelajari kembali kemajuan-kemajuan yang telah dicapai setelah terapi dan setelah mengkonsumsi herba HPAI.

DILARANG KERAS...!!!
Mengajarkan Teknik Al-Hijamah kepada sembarang orang sebelum ia mempelajari cara mendiagnosa, mengerti hubungan gejala dengan anatomi organ-organ tubuh, dapat memahami faktor spiritual mental emosi seseorang dan mempelajari teknik sanitasi. Jika terjadi MALPRAKTEK yang dilakukan orang tersebut, maka anda yang bertanggung jawab secara hukum.