Kini cinta
telah pergi meninggalkanku
Menyisakan perih
dan luka yang mendalam
Masa-masa itu,
kini bagaikan debu yang beterbangan
Entah dimana ia
akan berlabuh
Masa-masa itu ,
kini telah terlupakan
Atau bahkan
menjadi seuntai kenangan
Kenangan yang
hanya akan menyisakan luka
Luka yang
sangat pahit bila kuingat
Biarlah…
Biarlahh..
Biarlah cinta
itu pergi jika ia harus pergi
Daripada mempertahankan
tapi tak kunjung berlabuh
Kau yang
memilih cinta
Dan kau pula
yang menghempaskannya..
Ku yang salah..
Salah karena
egokuu..
Ego yang selalu
mempertahankan mu..
Dan karena ego
itu pula
Cinta tulus,
kini menjadi terpaksa..
Dulu..
Ku berharap
bahwa kaulah pangeran itu..
Pangeran yang
menjadi tempat bersemayam bagi tulang
rusuk ini..
Tapii semuanya
hanya mimpi
Mimpi yang
selalu mengharapkanmu
Mungkin inilah
jawaban dari semuanya..
Jawaban atas
semua kegalauan ini..
Sikapmu
telah begitu jelas menggambarkan
keinginanmu tuk lepas…
Tapi BODOH !!
ku betul-betul bodoh tak mampu membaca semua itu..
Pergii..
Biarlahh cinta
pergi..
Cinta dua tahun
yang terpendam.. namun hanya dijalani sebelas bulan dua hari ini berakhir..
Semuanya pergi
tak sia-sia
Karena cinta ini
telah mengajarkanku banyak hal..
Hidup itu
adalah belajar..
Belajar tuk
lebih selektif dalam memilih cinta
Biarlah ku
persembahkan cinta terbesar ini untukmu ya RABB yang maha menciptakan rasa cinta..
Biarlah cinta
ini tetap ku simpan..
Jika ia benar
milikku , maka dia pasti kan kembali menghampiriku..
Biarlah hati
ini tetap ku jaga , dan takkan kubuka jika belum ada khidbah dan akad yang
membukanya..
Selamat jalan
Cinta..
Semoga kau mampu
bertemu dengan cinta sejati-Mu dan memulai hidup baru fiddunya wal akhiroh ..