Pages

Minggu, 19 Januari 2014

Tepi Jalan Penantian


Dinda menerawang jauh menembus rintik-rintik hujan dari bilik dirinya telah melebur manjadi satu. Di sana tiada ego yang menjauhkan, hanya ada tali suci jendela kamarnya. Ada rasa rindu bercampur rasa perih bergumpal-gumpal di dada. Dia kembali duduk di atas tempat tidur. Lalu dialihkan pandangannya ke sebuah foto.

Kapan cinta berbunga di dalam bulir air mata? Cinta berbunga dalam bulir air mata, akan berbunga apabila antara kamu dan yang mengikat. Cinta yang terbungkus dalam keimanan, mengungguli kekuatan akal dan logika. Itulah Fitrah cintanya pada seseorang yang menjadi impiannya tuk hidup bersama....
 
“Inilah kata-kata yang ingin ku sampaikan padanya. Namun, ku sudah terlambat, lebih tepatnya ku tak mungkin menyampaikannya,” desahnya dalam batin sembari memandangi foto seseorang. Seseorang yang menjadi cinta pertamanya. Seseorang yang sudah 3 tahun terakhir ini mengisi kesendirian hidupnya. seseorang yang masih ia tunggu .Seseorang itu bernama Fitrah

 ***
Perkenalannya dengan Fitrah bermula saat Dinda lulus dari studinya disebuah sekolah menengah pertama hingga ia dinyatakan lulus untuk melanjutkan studinya ke sebuah SMA favorit. semua itu tak lepas dari dukungan kedua orang tua dan dua sahabatnya yang juga mendaftar pada sekolah yang sama .
Hari ini ada gladi bersih Dinda di sekolah barunya yang merupakan awal perkenalan sebelum masuk masa orientasi. Dengan penuh semangat dia masih sibuk menyiapkan segala sesuatu yang harus ia bawa dalam masa orientasi ini  , tak tanggung-tanggung walaupun permintaan senior yang menurutnya begitu aneh tetap ia jalankan dengan hati yang ikhlas .

Jiwa Yang Hilang



Belenggu hitam itu seakan terus menarikku
Menahan jiwa yang telah jauh dari kehangatan
Jiwa yang hilang berusaha mencari tempat bermuaranya
Tersesat dalam kegelapan yang haus akan cahaya

Oh jiwaa…
Kemanakah dirimu??
Masihkah kau terus berjalan tanpa arah seperti ini??
Dirinya yang merindu telah menunggu akan kehangatan dari belaian malam mu..
Berharap kegelapan itu akan mematahkan rantai hitam yang membelenggu aliran nadi

oh kembalilah..
Kuharap kembalilah..

Wahai jiwaku..
Cahaya itu telah menunggumu dalam penantiannya..
Penantian manis akan harapan dari kebaikan dirimu..
Mengeluarkanmu dari kenikmatan semu
Bagai fatamorgana yang hanya mampu menjadi penyejuk mata
Tidakkah engkau letih ?
Letih terus mengejar angan yang tak berujung??
Angan yang semakin menenggelamkanmu ..
Tenggelam semakin dalam menjauhi cahaya itu..
Tidakkah engkau rindu pada ragamu yang telah kosong karena kehilanganmu??
Melupakan diri akan hakikat penciptaanmu..