Pages

Sabtu, 10 April 2010

TipS Bersahabat Tanpa Jatuh Cinta ^_^


Apakah kamu mempunyai sahabat? Apa yang terjadi jika seorang sahabat menjadi atau jatuh Cinta pada anda. Apa jadinya jika persahabatan hancur akibat cinta. Namun kita ketahui pula bahwa Persahabatan sangat diperlukan dalam kehidupan kita, namun pershabatan yang seperti apa? Persahabatan yang bukan hanya berdasar pada kepercayaan tapi persahabatan yang membutuhkan pengertian atas kesetiaan dan privasi diri. Dalam sebuah persahabatn juga kadang ada sebuah kehancuran, apalagi itu datangnya dari persaan suka yang ditimbulkan dari persahabatan lawan jenis, sehingga bagaimana menjalin persahabatan dengan lawan jenis tanpa mengundang rasa suka…???
Berikut caranya…….

1. Kita bersahabat atas nama kepercayaan dan bukan hanya berpegang pada janji.
2. Sering menceritakan masalah yang universal dan condong pada kehidupan asmara antara keduannya, sehingga pembicaraan akan terasa netral dan adanya rasa empati.
3. Persahabatan didepan public yang tidak terlalu menunjukan kedekatan.
4. Usahakan curhat lewat alat komunikasi dan hindari pertemuan yang terlalu sering.
5. Berkata sejujur dan tidak mengada ada.
6. dan yang paling penting seringlah berkonsultasi dengannya tanpa ada rasa canggung.
 Selamat mencoba..semoga bisa membantu kamu menyelesaikan problem dalam kehidupan persahabatan anda.
Karena sesungguhnya bukan kita, dia atau siapapun menjadi sepasang sahabat, tapi hiduplah yang memilih untuk sebuah kata persahabatan……dan meskipun raga tak bertemu, tapi jiwa seorang sahabat sejati pasti akan merasakan apa yang dirasakan sahabatnya….senang……susah……..suka…..duka……senyum…..dan lara….
Persahabatanlah yang akhirnya membuat kita mengenal kata kesetiaan dan alasan mengapa kita harus tetap hidup meskipun sahabat itu telah pergi……
friendship is like a ship that never sink.

Kereta Emas Sang Kusir


Saya ingin mengisahkan seorang yang mungkin Anda akan menganggap salah satu orang terbodoh di dunia, namanya sebut saja Pak Dungu.
Semua menganggapnya begitu bodoh, dungu, tolol, gokil, dan segala hal yang sepertinya pantas disandangnya. Tapi ia tidak peduli.
Bayangkan saja kerjanya setiap hari adalah mengantar orang pergi ke pasar dengan kereta kudanya. Satu orang hanya bayar Rp 2000 sampai Rp 5000.
Hasil uang yang dia dapat, hanya cukup untuk makan sehari, dan keesokannya ia mencari penumpang lagi.
Apa yang membuatnya dianggap bodoh?
Karena kereta kuda yang digunakan untuk mengangkut penumpang atau sayur-sayuran adalah kereta kuda yang terbuat dari emas. Harganya mencapai miliaran.
Ia menemukannya tidak sengaja di satu perjalanan. Mungkin bekas kereta kuda raja di masa lalu.
Setiap orang menganjurkannya untuk menjual kereta dan memulai bisnis baru, ia mengatakan tidak tahu harus berbisnis apa, karena menjadi kusir adalah pekerjaaannya sejak lama.
Ada yang menawarkan kerja sama ia tidak percaya.
Ada yang bilang ia bisa membeli puluhan kereta kuda bahkan ratusan bisa didapat, jika ia menjual kereta emasnya, tapi dia bilang ngurus satu kuda saja susah apalagi banyak kuda.
Ketika ada rampok ingin merebut gerobaknya, ia melawan rampok mati-matian.
Pak Dungu tahu gerobaknya dari emas dan berharga mahal, dan ia rela mati-matian menjaga asetnya itu, tapi ia tidak tahu bagaimana menggunakannya, dan memilih untuk menggunakannya dengan cara yang ia tahu. Yaitu menjadi kereta kuda. Sekedar untuk bertahan hidup.
Aset miliarannya digunakan untuk bisnis senilai beberapa puluh ribu sehari.
Padahal kusir lain juga berpenghasilan sama dengan modal tidak lebih dari 5 juta.

Tahukah siapa Pak Dungu?
Ternyata ia mewakili banyak di antara kita.
Ternyata saya di masa lalu adalah Pak Dungu dan semoga tidak lagi di masa depan.

Kita mempunyai akal, hati yang sangat besar kemampuannya.
Akan tetapi kita hanya memanfaatkannya untuk hal-hal yang jauh di bawah kemampuan akal.
Kita tahu otak kita berharga, kita jaga kepala kita, kita pakai helm, tidak boleh terbentur, tapi tidak menggunakannya secara maksimal.
Kita punya potensi berpenghasilan miliaran tetapi puas dengan gaji beberapa juta saja.
Kita punya potensi menjadi orang sukses, tetapi memilih hidup biasa-biasa saja.
Saya pernah mengalami masa seperti ini di satu waktu, tapi sekarang saya ingin menggunakan emas yang saya miliki, otak dan jiwa saya untuk sesuatu yang lebih besar.
Bagaimana dengan Anda?

Impian Sejati


Suatu hari, ada seorang muda yang bertemu dengan seorang tua yang bijaksana. Si anak muda bertanya, “Pak, sebagai seorang yang sudah kenyang dengan pengalaman tentunya anda bisa menjawab semua pertanyaan saya”.

“Apa yang ingin kau ketahui anak muda ?” tanya si orang tua. “Saya ingin tahu, apa sebenarnya yang dinamakan impian sejati di dunia ini”. Jawab si anak muda.

Orang tua itu tidak menjawab pertanyaan si anak, tapi mengajaknya berjalan-jalan di tepi pantai. Sampai di suatu sisi, kemudian mereka berjalan menuju ke tengah laut. Setelah sampai agak ke tengah di tempat yang lumayan dalam, orang tua itu dengan tiba-tiba mendorong kepada si anak muda ke dalam air.

Anak muda itu meronta-2, tapi orang tua itu tidak melepaskan pegangannya. Sampai kemudian anak muda itu dengan sekuat tenaga mendorong keatas, dan bisa lepas dari cekalan orang tua tersebut.

“Hai, apa yang barusan bapak lakukan, bapak bisa membunuh saya” tegur si anak muda kepada orang bijak tersebut. Orang tua tersebut tidak menjawab pertanyaan si anak, malah balik bertanya ,”Apa yang paling kau inginkan saat kamu berada di dalam air tadi ?”. “Udara, yang paling saya inginkan adalah udara”. Jawab si anak muda.

“Hmmm, bagaimana kalo saya tawarkan hal yang lain sebagai pengganti udara, misalnya emas, permata, kekayaaan, atau umur panjang ?”tanya si orang tua itu lagi.

“Tidak ….. tidak …… tidak ada yang bisa menggantikan udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya, tidak ada yang bisa menggantikan udara ketika saya berada di dalam air” jelas si anak muda.

“Nah, kamu sudah menjawab pertanyaanmu sendiri kalau begitu. KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR KEINGINANMU AKAN UDARA KETIKA KAMU BERADA DI DALAM AIR, ITULAH IMPIAN SEJATI” kata si orang tua dengan bijak.

Sahabat situs motivasi, Resensi.net, apakah anda saat ini mempunyai impian sejati ? Banyak orang yang mengatakan impian mereka ini, atau itu, tapi sebagian besar yang mereka sebutkan adalah keinginan belaka, bukan impian. Keinginan sifatnya tidak mendesak. Kalo bisa dapat syukur, nggak dapat juga tidak apa-apa. Kalo bisa mobil BMW, kalo nggak, Kijang juga gak apa-2.

Ada pula orang yang mempersepsikan impian dengan harapan. Keduanya mirip namun berbeda. Harapan lebih kepada sesuatu di masa depan yang terjadi dengan sendirinya atau atas hasil kerja orang lain. Campur tangan kita kecil sekali, atau bahkan tidak ada. Impian tidak seperti itu. Apapun yang terjadi, mau tidak mau, dengan perjuangan sekeras apapun impian itu HARUS tercapai.

Impian terbaik seorang manusia adalah ketika dia berusia dibawah lima tahun. “Saya mau jadi dokter, mau jadi pilot, mau jadi pengusaha, dll ……” bukankah itu yang kerap dikatakan oleh anak-anak anda ?

Sayangnya, begitu mereka menginjakkan kaki di bangku sekolah, mereka `diharamkan’ membuat kesalahan. Selain itu, mereka juga mulai diajarkan melihat realitas dunia – dari sisi yang negatif.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, seorang remaja hingga dia berusia 20 tahun, rata-rata akan menerima 20.000 macam kata “NO”. “Jangan nakal, jangan main air, jangan kesana,jangan malas, jangan pergi, dan ribuan kata jangan yang lain. Memang tujuannya baik karena mengajarkan kepada kita agar dapat hidup dengan baik. Tapi karena terlampau seringnya kata “NO’ itu diterima, akan mempengaruhi pula alam bawah sadar manusia. Sehingga setiap kali kita memikirkan sesuatu yang baru, misalnya impian, yang pertama kali terlintas di benak kita adalah kata “NO”.

Banyak juga orang saat ini apabila ditanya apa impiannya, mereka menjawab tidak tahu. Sungguh malang nasib orang tersebut, karena orang yang tidak mempunyai impian sebetulnya secara mental mereka sudah `mati’. Mungkin orang-2 tersebut menganggap hidup adalah suatu nasib, sehingga sekeras apapun mereka bekerja
atau setinggi apapun impian mereka, namun apabila nasib tidak menghendaki mereka sukses, mereka tidak akan sukses.

Atau ada pula type orang yang terjebak di dalam `comfort zone’, dimana kehidupan mereka saat ini sudah nyaman, atau setidaknya berkecukupan. Mereka merasa tidak perlu membuat suatu impian yang lebih besar. Mereka mungkin akan berkata “Ah, buat apa rumah besar-besar …. Bisa ngontrak aja sudah bagus ……”.

Type ketiga, ada orang yang SENGAJA tidak mau membuat impian, karena ……. malu jika ditertawakan orang lain, dianggap norak, nggak tau diri, atau bahkan gila. Nah, sebenarnya bukan anda yang norak, tapi karena hidup kita sudah terlalu penuh dikelilingi oleh orang-orang dengan pikiran negatif, dimana mereka akan merasa `tidak suka’ jika ada seseorang yang tadinya setingkat dengan mereka, lalu mau pergi ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka akan berusaha dengan ejekan, sindiran dan usaha-usaha lain agar anda tetap `selevel’ dengan mereka. Kalau anda ingin membuktikan, coba besok pagi di kantor, katakan kepada rekan-2 anda , “Saya punya impian untuk jadi orang sukses. Saya akan berusaha keras mencapainya, untuk membawa saya dan keluarga saya ke tingkat yang lebih baik”. Lalu coba lihat ….. berapa banyak yang mentertawakan anda ….. Dan coba lihat pula berapa orang yang mendukung anda. Mungkin hampir tidak ada yang mendukung anda. Masih maukah anda meraih impian tersebut ….. setelah anda ditertawakan ….?

Sahabat situs motivasi resensi.net sekalian, saya yakin kita saat ini masih mampu menciptakan impian-2 kita, asalkan kita mau menghilangkan segala penghalang di dalam benak kita. Cobalah untuk berpikir bebas, seperti anak berusia 5 tahun. Jangan hiraukan apa yang dikatakan orang tentang impian anda, tapi berusahalah agar impian itu tercapai.

Memang benar, kita tidak akan bisa mencapai semua impian kita. Tapi tanpa punya impian, anda tidak akan meraih apa-apa. Ciptakan impian, lakukan kerjanya, dan raih hasilnya !

Semoga sukses !

Kamis, 08 April 2010

teknologi militer murah n' efektif milik rusia

Teknologi ini bukanlah yang terbaik dalam pertempuran, namun meskipun penampilan mereka agak lucu, pesawat tempur dan tank karet ini memiliki peran vital dalam militer Rusia.

Bahkan jika dilihat dari jarak dekat, mereka sulit dibedakan dengan yang asli, ini berarti mereka dapat secara efektif digunakan untuk membingungkan dan mengalihkan perhatian musuh. Peralatan ini dibuat oleh the Russian manufacturer Rusbal.

Perusahaan ini bekerjasama dengan kementerian pertahanan Rusia untuk memasok peralatan penuh untuk melindungi kemampuan sebenarnya dari instalasi strategis persenjataan mereka yang bisa dilihat oleh satelit pengintaian.

Beratnya sekitar 100kg, umpan yang dengan mudah dapat diangkut dan diinstal oleh tim kecil tentara dalam beberapa menit. Mereka meniru tanda-tanda panas unit pertempuran, menipu detektor infra-merah musuh. Dan mereka bahkan tetap utuh setelah mengalami kerusakan kecil tembakan peluru atau ledakan.

Permintaan dari negara-negara lainnya telah begitu banyak dan Rusbal kini menawarkan peralatan militer imitasi Barat serta Rusia. Ini bukan pertama kalinya tentara telah menggunakan umpan untuk menipu musuh-musuh mereka.

Taktik tersebut telah digunakan selama Perang Dingin dan ekstensif dalam Perang Dunia Kedua. Sekutu pergi ke tempat lain untuk menipu Nazi, menyebarkan ratusan tangki karet selama Operasi Fortitude di medan perang sekitar Dover untuk meyakinkan komando tinggi Jerman yang menginvasi Perancis akan mengambil tempat di dekat Calais bukan Normandia.

Sampai dengan 500 pangkalan udara imitasi lengkap dengan landasan pacu pesawat tempur palsu dan semua palsu di sekitar Britania untuk mengelabui angkatan udara Jerman. Ada yang sengaja dibakar untuk mencoba menipu pembom Nazi.

Diperkirakan bahwa sekitar 50 persen serangan terhadap lapangan udara Inggris oleh Jerman selama Perang Dunia Kedua memukul basis umpan palsu alias imitasi.


Sumber :
kangboed.wordpress.com


Rabu, 07 April 2010

Tanda-Tanda Hari Kiamat


Seperti yang telah kita ketahui Rukun Iman ada 6 perkara:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah (Al-Qur'an, Zabur, Taurat, dan Injil)
4. Iman kepada Rasul-rasul Allah
5. Iman kepada hari Akhirat
6. Iman kepada Qada dan Qadar

Ada masa dimana iman tidak lagi diterima,seperti yang disabdakan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam :
Hadis riwayat Abu Zar ra.: "Bahwa pada suatu hari Nabi saw. bersabda: Tahukah kalian ke mana matahari pergi? Para sahabat menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda lagi: Matahari berjalan hingga berakhir sampai ke tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu menjatuhkan diri bersujud. Dia (matahari) terus dalam keadaan begitu hingga difirmankan kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari pun kembali, sehingga di waktu pagi terbit lagi dari tempat terbitnya. Kemudian berjalan, hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu bersujud dan tetap dalam keadaan begitu, sampai difirmankan kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari kembali, sehingga di waktu pagi muncul dari tempat terbitnya. Kemudian ia kembali berjalan tanpa sedikit pun manusia menyadarinya, hingga berakhir pada tempat menetapnya itu di bawah Arsy, lalu difirmankan kepadanya: Naiklah, terbitlah dari Barat. Maka pagi berikutnya, matahari terbit dari sebelah Barat. Rasulullah saw. melanjutkan: Tahukah kalian kapan itu terjadi? Itu terjadi saat: (Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau ia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya )"
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 228.

Dalam Surat Al Baqarah 2 Ayat 8 Berbunyi: Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata: Aku mendengar Nabi saw. bersabda sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat).
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5244

Al Baqarah(2) ayat 62: Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi: Lalu Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 5253

Hanya untuk mengingatkan akan beberapa tanda-tanda hari kiamat:

1. Rasulullah memberitahukan kepada para sahabatnya tentang apa yang akan terjadi hingga hari kiamat seperti yang disabdakan Rasulullah:Hadis riwayat Hudzaifah bin Yaman ra.: Hudzaifah bin Yaman berkata: Demi Allah, aku adalah orang yang paling mengetahui setiap fitnah yang akan terjadi dari sejak zamanku sekarang sampai hari kiamat, karena Rasulullah saw. pernah membisikkan kepadaku sesuatu tentang hal itu yang tidak pernah dibicarakan kepada orang selainku. Tetapi Rasulullah saw. pernah bersabda ketika beliau bicara dalam suatu majelis yang aku hadiri tentang fitnah. Kemudian Rasulullah saw. bersabda sambil menyebutkan satu-persatu fitnah-fitnah itu di antaranya adalah tiga fitnah yang hampir tidak meninggalkan sesuatu apa pun, di antaranya juga ada fitnah yang seperti hembusan angin musim panas, ada yang kecil dan ada yang besar.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5146

2. Kita sudah sering lihat bagaimana orang muslim dengan orang muslim sering berantem dan bahkan ingin membunuh,baik itu membunuh karakternya atau seperti yang kita kenal yaitu Fitnah sehingga karakter orang itu jadi jelek,Hadis riwayat Usamah ra.: Bahwa Nabi saw. menaiki salah satu bangunan tinggi di Madinah, kemudian beliau bersabda: Apakah kalian melihat apa yang aku lihat? Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah di antara rumah-rumahmu bagaikan tempat turunnya air hujan.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5135
ataupun dua orang muslim bertarung ,masing-masing menghunus pedang,sehingga saling membunuh.Hadis riwayat Abu Bakrah ra., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila dua orang muslim saling bertarung dengan menghunus pedang mereka, maka pembunuh dan yang terbunuh, keduanya akan masuk neraka. Aku (Abu Bakrah) bertanya atau beliau ditanya: Wahai Rasulullah, kalau yang membunuh itu sudah jelas berdosa, tetapi bagaimana dengan yang terbunuh? Beliau menjawab: Karena sesungguhnya ia juga ingin membunuh saudaranya.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5139

Kisah Seorang Munafik Di Zaman Rasulullah


Kisah ini disampaikan oleh sahabat Ibnu umar Radhiallahu ‘anhu, Muhammad bin Kaeb Radhiallahu ‘anhu, Zaid bin Aslam Radhiallahu ‘anhu dan Qatadah Radhiallahu ‘anhu berkata (ringkasnya demikian): Ada seorang laki-laki (munafik) pada waktu perang Tabuk dia berkata: “Tidaklah kami melihat semisal Qurra’ (pembaca al-Qur’an) kita ini, mereka paling besar perutnya (karena banyak makan), paling pendusta (ketika berbicara), paling penakut (bila berhadapan dengan musuh).” Perkataan itu ditujukan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Mendengar hal tersebut Auf bin Malik Rahimahullah berkata kepadanya: “Bohong kamu, akan tetapi kamu munafiq, sungguh aku akan memberitahu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam.” Maka pergilah Auf untuk menjumpai Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dan memberitahu perkataan orang munafiq ini.
Belum sampai Auf bin Malik datang menjumpai beliau, telah turun ayat yang memberitahu keadaan tersebut dengan sebenarnya.

Yaitu ayat yang terdapat dalam QS. At-Taubah [9]: 65-66, yang artinya:
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: ‘Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja’. Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?.
Tidak usah kamu minta ma’af, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema’afkan segolongan dari kamu (lantaran mereka bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.”
Selanjutnya orang munafiq itu datang menemui Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan waktu itu beliau telah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya. Orang munafiq itu berkata: “Wahai Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, sebenarnya kami hanya bersenda gurau. Kami berbicara layaknya orang yang berbicara saat naik kendaraan, agar kami tidak merasa capai di dalam perjalanan.”

Melihat apa yang terjadi Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu kemudian bercerita: “Seolah-olah aku melihat dia (orang munafiq itu) sedang menggantungkan tangannya di tali unta Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan dua kakinya tertindih dengan batu. Dalam kondisi seperti itu dia berkata, ’Wahai Nabi, Maafkan kami, kami hanya bersenda gurau dan main-main.”

Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab dengan membacakan ayat (yang artinya):
“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”
Kemudian beliau tidak melihat kepada orang munafiq ini dan tidak berbicara lagi kecuali ayat diatas.

Maka hati-hatilah jangan sekali-kali mengolok-olok Allah, ayat-ayat-Nya dan Nabi-Nya, baik sengaja maupun tidak!!!

Sumber: Tafsir Imam Ibnu Jarir 10/119

Istri Rasulullah 'Aisyah Binti Abu Bakar Radhiyallahu 'Anha

Dia adalah gurunya kaum laki-laki, seorang wanita yang suka kebenaran, putri dari seorang laki-laki yang suka kebenaran, yaitu Khalifah Abu Bakar dari suku Quraisy At-Taimiyyah di Makkah, ibunda kaum mukmin, istri pemimpin seluruh manusia, istri Nabi yang paling dicintai, sekaligus putri dari laki-laki yang paling dicintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Ini terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim, bahwa ‘Amr bin ‘Ash Rodhiallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam: “Siapakah orang yang paling engkau cintai, wahai Rasulullah?" Rasul menjawab: '''Aisyah.'' 'Amr bertanya lagi: "Kalau laki-­laki?" Rasul menjawab: "Ayahnya.
Selain itu Aisyah adalah wanita yang dibersihkan namanya langsung dari atas langit ketujuh. Dia juga adalah wanita yang telah membuktikan kepada dunia sejak 14 abad yang lalu bahwa seorang wanita memungkinkan untuk lebih pandai daripada kaum laki-laki dalam bidang politik atau strategi perang.

Wanita ini bukan lulusan perguruan tinggi dan juga tidak pernah belajar dari para orientalis dan dunia Barat. Ia adalah murid dan alumni madrasah kenabian dan madrasah iman. Sejak kecil ia sudah diasuh oleh seorang yang paling utama, yaitu ayahnya, Abu Bakar. Ketika menginjak dewasa ia diasuh oleh seorang nabi dan guru umat manusia, yaitu suaminya sendiri. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian, terkumpullah dalam dirinya ilmu, keutamaan, dan keterangan-keterangan yang menjadi referensi manusia sampai saat ini. Teks hadits-hadits yang diriwayatkannya selalu menjadi bahan kajian di fakultas­-fakultas sastra, sebagai kalimat yang begitu tinggi nilai sastra­nya. Ucapan dan fatwanya selalu menjadi bahan kajian di fakultas-fakultas agama, sedang tindakan-tindakannya menjadi materi penting bagi setiap pengajar mata pelajaran/mata kuliah sejarah bangsa Arab dan Islam.
Pernikahan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengannya merupakan perintah langsung dari Allah 'Azza wa jalla setelah wafatnya Khadijah. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya, dari 'Aisyah Rodhiallahu ‘anha, dia berkata: "Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: 'Aku pernah melihat engkau dalam mimpiku tiga hari berturut-turut (sebelum aku menikahimu). Ada malaikat yang datang kepadaku dengan membawa gambarmu yang ditutup dengan secarik kain sutera. Malaikat itu berkata: 'Ini adalah istrimu'. Aku pun lalu membuka kain yang menutupi wajahmu. Ketika ternyata wanita tersebut adalah engkau ('Aisyah), aku lalu berkata: 'Jika mimpi ini benar dari Allah, kelak pasti akan menjadi kenyataan.''’

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menikahi 'Aisyah dan Saudah pada waktu yang bersamaan. Hanya saja pada saat itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak langsung hidup serumah dengan 'Aisyah. Setelah kurang lebih tiga tahun hidup serumah dengan Saudah, tepatnya pada bulan Syawal setelah perang Badar, barulah beliau hidup serumah dengan 'Aisyah. 'Aisyah menempati salah satu kamar yang terletak di komplek Masjid Nabawi. yang terbuat dari batu bata dan beratapkan pelepah kurma. Alas tidurnya hanyalah kulit hewan yang diisi rumput kering; alas duduknya berupa tikar; sedang tirai kamarnya terbuat dari bulu hewan. Di rumah yang sederhana itulah 'Aisyah memulai kehidupan sebagai istri yang kelak akan menjadi perbincangan dalam sejarah.

Pernikahan bagi seorang wanita adalah sesuatu yang utama dan penting. Setelah menikah, seorang wanita akan menjadi istri dan selanjutnya akan menjadi seorang ibu. Kekayaan dunia sebanyak apa pun, kemuliaan setinggi awan, kepandaian yang tak tertandingi, dan jabatan yang begitu tinggi, sekali-kali tidak akan ada artinya bagi seorang wanita jika tidak menikah dan tidak mempunyai suami, sebab tidaklah mungkin bahagia sese­orang yang berpaling dari fitrahnya.

Dalam kehidupan berumah tangga, 'Aisyah merupakan guru bagi setiap wanita di dunia sepanjang masa. Ia adalah sebaik-baik istri dalam bersikap ramah kepada suami, menghibur hatinya, dan menghilangkan derita suami yang berasal dari luar rumah, baik yang disebabkan karena pahitnya kehidupan maupun karena rintangan dan hambatan yarig ditemui ketika menjalankan tugas agama.

'Aisyah adalah seorang istri yang paling berjiwa mulia, dermawan, dan sabar dalam mengarungi kehidupan bersama Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam yang serba kekurangan, hingga pernah dalam jangka waktu yang lama di dapurnya tidak terlihat adanya api untuk pemanggangan roti atau keperluan masak lainnya. Selama itu mereka hanya makan kurma dan minum air putih.

Ketika kaum muslim telah menguasai berbagai pelosok negeri dan kekayaan datang melimpah, 'Aisyah pernah diberi uang seratus ribu dirham. Uang itu langsung ia bagikan kepada orang-orang hingga tak tersisa sekeping pun di tangannya, padahal pada waktu itu di rumahnya tidak ada apa-apa dan saat itu ia sedang berpuasa. Salah seorang pelayannya berkata: "Alangkah baiknya kalau engkau membeli sekerat daging meski­pun satu dirham saja untuk berbuka puasa!" Ia menjawab: "Seandainya engkau katakan hal itu dari tadi, niscaya aku melakukannya.

Dia adalah wanita yang tidak disengsarakan oleh kemis­kinan dan tidak dilalaikan oleh kekayaan. Ia selalu menjaga kemuliaan dirinya, sehingga dunia dalam pandangannya adalah rendah nilainya. Datang dan perginya dunia tidaklah dihiraukannya.
Dia adalah sebaik-baik istri yang amat memperhatikan dan memanfaatkan pertemuan langsung dengan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, sehingga dia menguasai berbagai ilmu dan memiliki kefasihan berbicara yang menjadikan dirinya sebagai guru para shahabat dan sebagai rujukan untuk memahami Hadits, sunnah, dan fiqih. Az-Zuhri berkata: "Seandainya ilmu semua wanita disatu­kan, lalu dibandingkan dengan ilmu 'Aisyah, tentulah ilmu 'Aisyah lebih utama daripada ilmu mereka."1

Hisyam bin 'Urwah meriwayatkan dari ayahnya, ia berkata: "Sungguh aku telah banyak belajar dari 'Aisyah. Belum pernah aku melihat seorang pun yang lebih pandai daripada 'Aisyah tentang ayat-ayat Al-Qur'an yang sudah diturunkan, hukum fardhu dan sunnah, syair, permasalahan yang ditanyakan kepadanya, hari-hari yang digunakan di tanah Arab, nasab, hukum, serta pengobatan. Aku bertanya kepadanya: 'Wahai bibi, dari manakah engkau mengetahui ilmu pengobatan?' 'Aisyah menjawab: 'Aku sakit, lalu aku diobati dengan sesuatu; ada orang lain sakit juga diobati dengan sesuatu; dan aku juga mendengar orang banyak, sebagian mereka mengobati sebagian yang lain, sehingga aku mengetahui dan meng­hafalnya. "'2

Dalam riwayat lain dari A'masy, dari Abu Dhuha dari Masruq, Abud Dhuha berkata: "Kami pernah bertanya kepada Masruq: 'Apakah 'Aisyah juga menguasai ilmu faraidh?' Dia menjawab: 'Demi Allah, aku pernah melihat para shahabat Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang senior biasa bertanya kepada 'Aisyah tentang faraidh. "'3

Selain memiliki berbagai keutamaan dan kemuliaan, 'Aisyah juga memiliki kekurangan, yakni memiliki sifat gampang cemburu. Bahkan dia termasuk istri Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang paling besar rasa cemburunya. Rasa cemburu memang termasuk sifat pembawaan seorang wanita. Namun demikian, perasaan cemburu yang ada pada 'Aisyah masih berada dalam batas yang wajar dan selalu mendapat bimbingan dari Nabi, sehingga tidak sampai melampaui batas dan tidak sampai menyakiti istri Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang lain.

Di antara kejadian paling menggelisahkan yang pernah menimpa 'Aisyah adalah tuduhan keji yang terkenal dengan sebutan Haditsul ifki (berita bohong-Insyaa Allah akan dibahas diKIS.com di pembahasan yang lain) yang dituduhkan kepadanya, padahal diri 'Aisyah sangat jauh dengan apa yang dituduhkan itu. Akhirnya, turunlah ayat Al-Qur'an yang menerangkan kesucian dirinya. Cobaan yang menimpa wanita yang amat utama ini merupakan pelajaran berharga bagi setiap wanita, karena tidak ada wanita di dunia ini yang bebas dari tuduhan buruk.

Ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sakit sekembalinya dari haji Wada' dan merasa bahwa ajalnya sudah dekat, setelah dirasa selesai dalam menunaikan amanat dan menyampaikan risalah, beliau lalu berkeliling kepada istri-istrinya sebagaimana biasa. Pada saat membagi jatah giliran kepada istri-istrinya itu beliau selalu bertanya: "Di mana saya besok? Di mana saya lusa?" Hal ini mengisyaratkan bahwa beliau ingin segera sampai pada hari giliran 'Aisyah. Para istri Nabi yang lain pun bisa mengerti hal itu dan merelakan Nabi untuk tinggal di tempat istri yang mana yang beliau sukai selama sakit, sehingga mereka semuanya berkata: "Ya Rasulullah, kami rela memberikan jatah giliran, kami kepada 'Aisyah.4

Kekasih Allah itu pun pindah ke rumah istri tercintanya. Di sana 'Aisyah dengan setia menjaga dan merawat beliau. Bahkan saking cintanya, sakit yang diderita Nabi itu rela 'Aisyah tebus dengan dirinya kalau memang hal itu memungkinkan. 'Aisyah berkata: "Aku rela menjadikan diriku, ayahku, dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah." Tak lama kemudian Rasul pun wafat di atas pangkuan 'Aisyah.

'Aisyah melukiskan detik-detik terakhir dari kehidupan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut: "Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia di rumahku, pada hari giliranku, dan beliau bersandar di dadaku. Sesaat sebelum beliau wafat, 'Abdur Rahman bin Abu Bakar (saudaraku) datang menemuiku sambil membawa siwak, kemudian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam melihat siwak tersebut, sehingga aku mengira bahwa beliau menginginkannya. Siwak itu pun aku minta, lalu kukunyah (supaya halus), kukebutkan, dan kubereskan sebaik-baiknya sehingga siap dipakai. Selanjutnya, siwak itu kuberikan kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun bersiwak dengan sebaik-baiknya, sehingga belum pernah aku melihat cara ber­siwak beliau sebaik itu. Setelah itu beliau bermaksud memberi­kannya kembali kepadaku, namun tangan beliau lemas. Aku pun mendo'akan beliau dengan do'a yang biasa diucapkan Jibril untuk beliau dan yang selalu beliau baca bila beliau sedang sakit. (Alloohumma robban naasi... dst.) Akan tetapi, saat itu beliau tidak membaca do'a tersebut, melainkan beliau mengarahkan pandangannya ke atas, lalu membaca do'a: 'Arrofiiqol a'laa (Ya Allah, kumpulkanlah aku di surga bersama mereka yang derajatnya paling tinggi: para nabi, shiddiqin, syuhada', dan shalihin). Segala puji bagi Allah yang telah menyatukan air liurku dengan air liur beliau pada penghabisan hari beliau di dunia.5

Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam dimakamkan di kamar 'Aisyah. tepat di tempat beliau meninggal. Sepeninggal Rasulullah, 'Aisyah banyak menghabiskan waktunya untuk memberikan ta'lim. baik kepada kaum laki-laki maupun wanita (di rumahnya) dan banyak berperan serta dalam mengukir sejarah Islam sampai wafatnya. 'Aisyah wafat pada malam Selasa bulan Ramadhan tahun 57 Hijriyah pada usia 66 tahun.6

Para generasi sepeninggal 'Aisyah selalu mengkaji dan meneliti detail kehidupannya sejak usia 6 tahun, dengan harapan bisa mengambil hikmah dan ibrah dari model tarbiyyah (pendidikan) yang telah membentuk pribadi beliau menjadi figur tunggal yang belum ada duanya sejak empat belas abad silam.
1) Baca Al-Mustadrak IV/11, pembahasan tentang Pengetahuan para shahabat, oleh Al-Hakim; dan Majma'uz Zawaa'id IX/245 oleh Al-Haitsami. Al-Haitsami berkata: "Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dengan rawi yang tepercaya."
2) Baca Hilyatul Auliya' II/49. Riwayat ini memiliki rawi yang tsiqqah.
3) Hadits ini diriwayatkan oleh Darimi dalam As-Sunan II/342, Ibnu Sa'd dalam At­-Thabaqat VIII/66, dan Hakim dalam Al-Mustadrak IV/11.
4) Baca Shahih Muslim, kitab Keutamaan Para Shahabat, bab Keutamaan Aisyah Rodhiallahu ‘anha.
5) Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad (Al-Musnad V1/48) dan Hakim (Al-Mustadrak 1V/7). Hakim berkata: "Hadits ini shahih berdasarkan syarat yang ditetapkan Bukhari dan Muslim." Adz-Dzahabi juga sepakat atas keshahihan Hadits ini.
6) Baca Al-Istii'aab IV/1885 dan Taariikhut Thabari (Peristiwa-peristiwa pada tahun 58 Hijriyah).
Sumber: Nisaaun hoularrosuul warrodda ‘alaa muftaroo yaatil mustasyriqoini.

Manfaat MAdu

Posted by elindasari in Kesehatan.
Tags: , ,
6 comments

Eit, ternyata ketika saya lagi sibuk menghapus email-email yang saya anggap usang di computer saya, saya menemukan e-mail tentang kesehatan “Manfa’at Madu”, yang menurut saya sayang kalau dibuang / dihapus begitu saja. Mudah-mudahan artikel ini ada manfa’atnya bagi pembaca sekalian, meskipun tidak komplit dan keampuhannya saya belum coba semuanya, hehehe….

1. Kerontokan Rambut

Orang yang mengalami kerontokan rambut atau kebotakan dapat memakai campuran minyak zaitun panas / hangat, 1 sendok makan madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis sebelum mandi. Oleskan di kepala dan diamkan selama kira2 15 menit setelah itu baru dibasuh. Penelitian itu juga membuktikan ramuan yang didiamkan dikepala selama 5 menit pun tetap efektif.

2. Infeksi Kandung Kemih

Campurkan 2 sendok makan bubuk kayu manis dan 1 sendok teh madu ke dalam segelas air suam2 kuku. Setelah itu diminum. Ramuan ini membunuh kuman2 dalam kandung kemih.

(lagi…)

MakNa sebuah senyuman...


Coba anda lakukan sejenak permainan ini. Rapatkan bibir anda, lalu tarik ke samping membentuk seperti huruf “U”.
Nah, sekarang rasakan bagaimana perasaan anda ?
Apakah perasaan anda sekarang ?

Apakah anda menjadi lebih cerah ?
Sedikit plong ?
Lebih ringan ?
Lebih enjoy ?
Ya, begitulah kalau kita sedang tersenyum. Mata akan jadi berbinar, hati jadi lebih riang, dan wajah anda pun jadi lebih bersinar. Pokoknya lebih ok deh.
Kalau dengan tersenyum, meski tanpa bedak & kosmetik apapun yang menempel dimuka, anda akan kelihatan lebih cantik atau lebih ganteng. Sure deh…
Selain itu ternyata, senyum itu punya kekuatan yang “Ajaib” lho. Nggak percaya ??? Coba deh…
Dengan senyum, akan membuat orang disekeliling kita juga bisa ikut merasakan bahagia dan lebih senang.
Hebat dan ajaib bukan ???.
Karena itulah, kita sebisa mungkin harus lebih banyak tersenyum, supaya kehadiran kita bisa membawa kebahagiaan bagi diri sendiri juga orang lain. Ini termasuk salah satu bentuk terapi lho… & sehat…
Dari banyak senyum itu, ada satu jenis senyuman terindah. Coba anda bisa tebak, senyum apakah itu ???
Ternyata :
Senyuman terindah bagi seorang dokter adalah senyuman pasiennya yang baru sembuh.
Senyuman terindah bagi seorang guru adalah senyuman siswanya yang lulus ujian.
Senyuman terindah bagi orangtua adalah senyuman bahagia anak-anaknya.
Senyuman terindah bagi pelayan adalah senyuman pemilik yang bijaksana & arief.
Begitu seterusnya…
Karena masih berjuta senyuman indah dari berjuta orang untuk orang lainnya….
Nah, sekarang anda mulai mengerti makna yang besar yang terkandung dari seutas senyuman indah anda itu.
Ayo mulai sekarang kita berusaha untuk menciptakan senyum yang paling indah di wajah orang-orang yang ada di sekitar kita.
Buatlah mereka bisa Tersenyum Indah, Bahagia seperti kita….

Surat cinta dari manusia-manusia yang malamnya penuh cinta

“Lihatlah hari ini, sebab ia adalah kehidupan,kehidupan dari kehidupan.
Dalam sekejap dia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu. Nikmat
pertumbuhan. Pekerjaan yg indah. Indahnya kemenangan. Karena hari kemarin
tak lebih dari sebuah mimpi. Dan esok hari hanyalah bayangan. Namun hari
ini ketika anda hidup sempurna telah membuat hari kemarin sebagai impian
yg indah. Setiap hari esok adalah bayangan yg penuh harapan. Maka lihatlah
hari ini”. (Kalidasa)

Artikel Islami
14 Juli 2005 – 10:58
Surat Cinta dari Manusia-Manusia yang Malamnya Penuh Cinta
Kami tujukan kepada : Insan yang tersia-sia malamnya

Wahai orang-orang yang terpejam matanya, Perkenankanlah kami,
manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti
halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga
terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh
pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan
dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam
kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.

Wahai orang-orang yang terlelap, Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya
yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi
di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan
cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena,menikmati
tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan
gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya.
Aduhai kau sangat menikmatinya.

Wahai orang-orang yang terlena, Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu !!
Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau
yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti
dirimu !! Kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah kau
dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya di surga
itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya
terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang
yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat
manusia terlelap dalam tidur malam.” Sudahkah kau dengar tadi ? Ya, sebuah
kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan sholat
pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta, Kau pasti pernah mendengar
namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan
sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah
kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau ? Kenikmatan itu tidak serta merta
kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga.
Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang
aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan sholat, maka kami
bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah,
tak tergerakkah dirimu ? Pedulikah kau pada keluargamu ? Adakah kebaikan
yang kau inginkan dari mereka ? Sekedar untuk membangunkan orang-orang
yang paling dekat denganmu, keluargamu ?

Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai
Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor
Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, ” Nuruddin itu kecanduan sholat
malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar.” Kemenangan
demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu
terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, ” Nuruddin Mahmud
Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia
mempunyai rahasia bersama Tuhan”. Aku tersenyum, mereka memang benar.
Kemenangan yang kuraih adalah karena do’a dan sholat-sholat malamku yang
penuh kekhusyu’an. Tahukah kau dengan orang yang selalu setia
mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta, Khotun binti Atabik. Dia adalah
istri shalehah di mataku, terlebih di mata Alloh. Malam-malam kami adalah
malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan.

Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami
saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang.
Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu
tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya
Alloh, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga
kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirulloh, aku menyesal telah
membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku
dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu
kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga
malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai, Kau pasti mengenalku dalam kisah
pembebasan Al Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas
itu, seorang Panglima Perang, Sholahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang
hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu
menjaga sholat berjama’ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan
Alqur’an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling
kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan
siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku
pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terlena, Pernahkah kau mendengar kisah
penaklukan Konstantinopel ? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan
Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. Namun
tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan
kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba,
kami laksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya.
Jika Alloh memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami
berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari
kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Alloh
temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam
kami.

Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya, Pernahkah kau dengar kisah
Penduduk Basrah yang kekeringan ? Mereka sangat merindukan air yang keluar
dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat menyengat,
padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat
untuk mengadakan Sholat Istisqo yang langsung dipimpin oleh seorang ulama
di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, Malik bin
Dinar, Atho’ As-Sulami, Tsabit Al-Bunani. Sholat dimulai, dua rakaat pun
usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah. Namun
waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda
hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan
biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan
sehingga air hujan itu tertahan di langit ? Padahal kami semua adalah
orang-orang terbaik di negeri ini ? Sholat demi sholat Istisqo didirikan,
namun hujan tak kunjung datang.

Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah
masjid. Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu,
berkulit hitam dan berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku
menuju mihrab, kuniatkan untuk sholat Istisqo sendirian, dua orang
terpandang itu mengamati gerak gerikku. Setelah sholat, dengan penuh
kekhusyu’an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo’a : “Tuhanku,
betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon
sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaan-Mu. Apakah
ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis ? Ataukah perbendaharaan
kekuasaan-Mu telah hilang ? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan
kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya.”
Lalu apa gerangan yang terjadi ? Angin langsung datang bergemuruh dengan
cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do’a
seorang pelayan ini. Do’aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan
derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya.

Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran dan kau pasti juga
heran bukan ? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin
lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku
menjadi sangat luar biasa karena doaku yang makbul dan malam-malam yang
kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terpejam, Penghujung malam adalah
detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari muridku menanyakan
kepadaku, bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yang banyak ?
Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku ? Lalu kujelaskan
padanya, “Jika aku mengantuk, maka aku hentikan sholatku dan aku bersandar
pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali,
aku lanjutkan ibadahku.” Aku tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat
sulit dijangkau oleh akal sehatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya,
dan sekarang kau bisa menikmati karya-karyaku.

Wahai orang-orang yang tergoda, Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk
lehermu saat kau tertidur pulas ? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk
lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, “Hai
manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!”. Hei,
Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya !
Syetan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan
kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas
ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang
kedua. Dan yang terakhir, sholatlah, sholat seperti kami, maka akan
lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlelap, Masihkah kau menikmati
malam-malammu dengan kepulasan ? Masihkah ? Adakah tergerak hatimu untuk
bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon
keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat ? Tidakkah kau tahu, bahwa Alloh turun
ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau
tahu, bahwa Dia berkata, “Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon
kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan
siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata
demikian, hingga fajar merekah.

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia, Bagi kami, manusia-manusia
malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami
kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang
penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ? Apakah kau menginginkan
kehidupan sesungguhnya ? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam.
Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun
jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang
empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik
selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak
berarti apa-apa bagimu. Semoga Alloh mempertemukan kita di sana, di
surga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi
luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar.
Semoga…

Wassalamu’alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh,
(Manusia-Manusia Malam)

Mata Yang di Jamin terhindar dari Api Neraka

Dari Ibnu Abbas ra. berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ada
dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka. Mata yang menangis karena
takut kepada Allah. Dan mata yang begadang berjaga dalam jihad fi
sabilillah.” (HR At-Tirmizy – Hasan Shahih)

Fawaid

1. Orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT akan dijaga dari
tersentuh api neraka. Maka sering-seringlah menangis dan mohon ampunan
atas dosa-dosa yang pernah dilakukan, agar jangan sampai terkena siksa
neraka yang pedih.

2. Orang yang turut berjihad di jalan Allah akan dijaga dari api neraka,
matanya berjaga di jalan Allah demi tegaknya agama Islam.

3. Jangan sampai kita menggunakan mata ini untuk begadang yang bukan-bukan
dan tidak ada manfaatnya. Atau hanya sekedar melihat-lihat yang tidak ada
menambah iman kepada Allah. Sebab yang dijamin terhindar dari api neraka
adalah mata yang menangis karena Allah dan berjaga di medan jihad.

Selasa, 06 April 2010

Legenda Kapal Hantu "The Flying Dutcman"

Kisah Kapal Hantu Flying Dutchman ini merupakan salah satu kisah yang sangat terkenal dan telah melegenda di seluruh dunia . Sudah banyak buku ditulis dengan mengangkat cerita legenda ini, bahkan dalam film Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest (2006) dan Pirates of the Caribbean: At World’s End (2007) kapal hantu ini juga ikut dimunculkan.

Tapi, entah nyata atau tidaknya kisah ini aku juga belum tahu, atau mungkin masih sama dengan legenda-legenda lainnya yang dianggap hanya sebatas cerita karang/dongeng turun-temurun.

http://www.cel-ebration.com/THE%20CURSED%20VOYAGE%20OF%20THE%20FLYING%20DUTCHM AN%20detail%20image%20view.jpg

Menurut cerita rakyat, The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari kejauhan, kadang-kadang disinari dengan sorot cahaya redup. Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, Legenda ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda “Het Vliegend Schip” (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Römer. Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner (1841) dan “The Flying Dutchman on Tappan Sea” oleh Washington Irving (1855).

Beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa pada abad 17 seorang kapten Belanda bernama Bernard Fokke (versi lain menyebut kapten “Ramhout Van Dam” atau “Van der Decken”) mengarungi lautan dari Holland ke pulau Jawa dengan kecepatan luar biasa. Ia dicurigai meminta bantuan iblis untuk mencapai kecepatan tadi. Namun ditengah pelayarannya menuju Cape of God Hope tiba-tiba cuaca buruk, sehingga kapal oleng. Lalu seorang awak kapal meminta supaya pelayaran dihentikan . Tetapi sang kapten tidak mau, lalu dia berkata “aku bersumpah tidak akan mundur dan akan terus menembus badai untuk mencapai kota tujuanku, atau aku beserta semua awak kapalku akan terkutuk selamanya” Tiba -tiba badai menghantam kapal itu sehingga mereka kalah melawan alam. Dan terkutuklah selama-lamanya Sang Kapten bersama para anak kapalnya itu menjadi jasad hidup dan berlayar di tujuh lautan untuk selama-lamanya. Konon, Kapal tersebut dikutuk untuk melayari 7 samudera sampai akhir zaman. lalu cerita itu menyebar sangat cepat ke seluruh dunia.

Sumber lain juga menyebutkan munculnya penyakit berbahaya di kalangan awak kapal sehingga mereka tidak diijinkan untuk berlabuh dipelabuhan manapun . Sejak itu, kapal dan awaknya dihukum untuk selalu berlayar, tidak pernah berlabuh/menepi. Menurut beberapa versi, ini terjadi pada tahun 1641, yang lain menebak tahun 1680 atau 1729. Terneuzen (Belanda) disebut sebagai rumah sang legenda Flying Dutchman, Van der Decken, seorang kapten yang mengutuk Tuhan dan telah dihukum untuk mengarungi lautan selamanya, telah diceritakan dalam novel karya Frederick Marryat - The Phantom Ship dan Richard Wagner opera. Banyak saksi yang mengaku telah melihat kapal hantu ini. Pada tahun 1939 kapal ini terlihat di Mulkzenberg. Pada tahun 1941 seklompok orang di pantai Glencairn menyaksikan kapal berlayar yang tiba - tiba lenyap ketika akan menubruk batu karang. Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942. Bahkan ada suatu catatan kisah tentang pelayaran Christoper Columbus, waktu itu awak kapal Columbus melihat kapal terkatung katung dengan layar mengembang. setelah itu awak yang pertama melihat langsung tewas seketika.

Mitos ahir-ahir ini juga mengisahkan apabila suatu kapal modern melihat kapal hantu ini dan awak kapal modern memberi signal, maka kapal modern itu akan tenggelam / celaka. Bagi seorang pelaut, pertemuan yang tak diduga dengan kapal hantu The Flying Dutchman akan mendatangkan bahaya bagi mereka dan konon, ada suatu cara untuk mengelak dari kemungkinan berpapasan dengan kapal hantu tersebut, yakni dengan memasangkan tapal kuda di tiang layar kapal mereka sebagai perlindungan. Selama berabad - abad, legenda The Flying Dutchman menjadi sumber inspirasi para sastrawan dan novelis. Sejak tahun 1826 Edward Fitzball telah menulis novel The Pantom Ship (1837) yang diangkat dari pengalaman bertemu dengan kapal seram ini. Banyak pujangga terkenal seperti Washington Irving dan Sir Walter Scott juga tertarik mengangkat legenda ini.

Istilah Flying Dutchman juga dipakai untuk julukan beberapa atlet sepakbola, terutama para pemain ternama asal Belanda. Ironisnya, bintang veteran negeri Orange, Dennis Bergkamp justru dikenal sebagai orang yang phobia atau takut untuk terbang, sehingga ia dijuluki The Non-Flying Dutchman. Beberapa Laporan Penampakan The Flysing Dutchman yang sempat didokumentasikan :

1823 : Kapten Oweb , HMS Leven mengisahkan telah dua kali melihat sebuah kapal kosong terombang ambing ditengah lautan dari kejauhan , namun dalam sekejap mata kapal tersebut kemudian menghilang.

1835 : Dikisahkan pada tahun itu , sebuah kapal berbendera Inggris yang terkepung oleh badai ditengah samudera, didatangi oleh sebuah kapal asing yang disebut-sebut sebagai Kapal Hantu The Flying Dutchman , kemudian secara tiba-tiba kapal asing tersebut mendekat dan seakan-akan ingin menabrak kapal mereka , namun anehnya sebelum keduanya saling berbenturan kapal asing tersebut kemudian lenyap seketika.

1881 : Tiga orang anak kapal HMS Bacchante termasuk King George V telah melihat sebuat kapal tak berawak yang berlayar menentang arus kapal mereka. Keesokan harinya , salah seorang daripada mereka ditemui mati dalam keadaan yang mengerikan.

1879 : Anak kapal SS Pretoria juga mengaku pernah melihat kapal hantu tersebut.

1939 : kapal ini terlihat di Mulkzenberg , beberapa orang yang menyaksikannya terkejut kerana kapal usang tersebut tiba-tiba menghilang

1941 : Beberapa saksi mata dipantai Glencairn melaporkan sebuah kapal usang yang menabrak batu karang dan terpecah belah , namun setelah dilakukan penyelidikan di TKP , tidak ada tanda-tanda dari bangkai kapal tersebut.

1942 : Empat orang saksi telah melihat sebuah kapal kosong memasuki perairan Table Bay kemudian menghilang.Seorang pegawai telah mendokumentasikan penemuan tersebut di dalam catatan hariannya.

1942 : Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942

1959 : Awak kapal Straat Magelhaen kembali melaporakan melihat sebuah kapal misterius yang terombang-ambing ditengah lautan dalam keadaan kosong dengan teleskopnya.

TipS Sukses Menembak Cewek Idaman

“Bagaimana kalau ditolak?”, “Jangan-jangan aku bukan laki-laki tipenya?”, “Gimana memulainya” atau “Bagaimana kalau dia ngomong ke teman-temannya, kalo semalam aku baru saja nembak dia?”. Namun bagaimana Anda tahu jawabannya kalau tidak dicoba? Berikut ini adalah Tips sukses yang bisa Anda jadikan referensi persiapan menembak cewek idaman Anda:

1. Tangkap Sinyal. Yang pertama harus Anda lakukan adalah mengenali sinyal dari si dia, positif maupun negatif. Setelah Anda mengenalnya sekian waktu, tentunya Anda bisa menangkap sinyal atau respon yang dia berikan terhadap perkenalan maupun di setiap perjumpaan yang Anda berdua lakukan. Apabila sekiranya responnya positif, seperti misalnya raut wajahnya senang ketika bertemu dengan Anda, merespon sms dari Anda, berinisiatif menelepon Anda pada suatu saat, meminta Anda untuk mengantarkannya ke suatu acara atau mengajak Anda ketemuan di resto tertentu, maka Anda boleh melanjutkan merealisasi mimpi Anda. Namun, kalau responnya negatife, seperti jarang merespon sms Anda, sering menolak diajak jalan atau menghindar bertemu dengan Anda, maka Anda berarti masih butuh waktu untuk melakukan pendekatan atau ekstrimnya, cari saja ‘sasaran tembak’ yang lain.link

2. Percaya Diri. Setelah Anda menangkap respon positif tersebut, maka segeralah untuk merencanakan penembakan. Modal awal yang perlu Anda miliki disini adalah rasa percaya diri. Karena dengan PD tersebut, Anda akan dapat tampil meyakinkan di hadapannya –tapi jangan terlalu over self confidence juga, karena bisa menjadi bumerang bagi Anda. Di lain sisi, cewek yang sudah mengharapkan untuk ditembak, akan sangat menantikan action dari Anda dan akan menganggap Anda sebagai seorang laki-laki yang tegas dan ‘berani’.

3. Pastikan Tempatnya. Tempat juga merupakan poin penting yang berperan pada kesuksesan Anda melakukan penembakan. Hindari tempat-tempat umum atau tempat-tempat gaduh. Cobalah untuk melakukan acara penembakan di tempat yang tenang –dan romantis- seperti di restoran, café atau rumah cewek Anda. Hal ini akan lebih menunjukkan kesungguhan Anda kepadanya. Dan hal itulah yang akan menjadi salah satu pertimbangan utamanya untuk menerima atau menolak Anda.

4. Pastikan Waktunya. Usahakan untuk memilih waktu yang tepat untuk menyatakannya, seperti saat-saat ia sedang bersantai, saa ia sedang tidak menghadapi masalah (masalah kampus, masalah kantor, dsb). Pilih juga jam-jam tenang ketika Anda bermaksud menembaknya di rumahnya, biasanya antara pukul 19.00 – 21.00 WIB dan pastikan tidak ada teman lain pada saat itu. Alangkah lebih baik kalau menghindari hari sabtu malam (malam minggu) untuk menembak di rumahnya, hal ini untuk mengantisipasi ‘pesaing-pesaing (comptetitor)’ Anda yang mungkin juga tengah melakukan pendekatan pada si Dia.

5. Siapkan Kata-Kata Sakti. Siapkan kata yang paling tepat dan sesuai Dengan Anda sekaligus memberikan kesan lain ketika menyatakan cinta atau menembaknya. Kata-kata seperti “Aku Cinta Kamu” atau “Aku Suka Sama Kamu” mungkin sudah terlalu biasa dan klise, mungkin Anda perlu menciptakan kata-kata khas yang pas dengan Anda seperti, “Dian, aku pengin serius sama kamu”, “Luna, gimana kalau hubungan ini, kita bawa lebih serius?”, atau ”Hm..Aura, gimana kalau kita pacaran?”, dsb.

6. Sampaikan Alasan Kuat. Ketika Anda memulai melakukan penembakan, persiapkan jawaban dan alasan kuat ketika dia menanyakan “Kenapa harus aku?” atau “Hm..kamu yakin?”. Sampaikan alasan yang singkat, padat dan tidak bertele-tele. Misalnya sampaikan saja, “Jujur, saya bukan mau cari pacar, tapi calon istri” atau “Saya sudah cape dengan hubungan yang tidak ada arah, saya ingin hubungan yang serius” dan sejenisnya.

7. Kendalikan Emosi. Usai Anda menyampaikan ‘proposal’ Anda, beri ruang kepadanya untuk mempertimbangkannya, bisa 5 menit, 1 jam, 1 hari ataupun 1 minggu, karena mungkin dia akan meminta pertimbangan rekan-rekan atau mamanya tentang hubungan tersebut. Hal ini tidak jadi masalah, dan Anda jangan berusaha mendesaknya, karena kedewasaan Anda disini diuji. Sampaikan saja kalau Anda bersedia menunggu jawaban dari si dia, tapi jangan lupa sampaikan batasannya dengan kalimat santai dan senyuman, “Saya harap tidak terlalu lama, karena saya sangat menunggu kepastian kamu”.

LanGkah menuJu ImPian

Ketika Anda mulai untuk mengambil tindakan menuju tujuan dan impian Anda, Anda harus menyadari bahwa setiap tindakan tidak akan sempurna. Tidak setiap tindakan akan menghasilkan sesuatu yang Anda diinginkan.. Tidak setiap tindakan akan bekerja sesuai impian anda. Terkadang membuat kesalahan, mendapatkan hampir benar, dan percobaan untuk melihat apa yang terjadi adalah bagian dari proses untuk akhirnya mendapatkan sesuatu dengan benar, sesuai dengan impian.Ada pepatah mengatakan, kegagalan adalah awal dari kesuksesan.Tapi perlu kita ingat bahwa bukan berarti kesuksesan harus dimulai dari kegagalan.

Bisa jadi kesuksesan dan impian yang anda raih adalah hasil dari perenungan, pemikiran yang dalam, hingga anda berbuat. Tips dalam meraih cita-cita dan impian :

1. Kenali kemampuan dan cita-cita anda. Ini adalah langkah paling awal dari pencapaian cita-cita.
2. Fokus pada tujuan. Fokus, penting untuk diterapkan. Jika seorang petani mengejar ayam 2 ekor sekaligus, maka tidak satu ekorpun yang ia dapat. Yang ia dapat hanya kelelahan. Fokus dan konsentrasi, langkah perlangkah untuk menuju cita-cita itu.
3. Terus asah bakatmu. Setelah konsentrasi, selanjutnya adalah mengasah apa yang telah dipelajari.
4. Berani mencoba sesuatu yang baru. Jangan takut untuk mencoba. dalam mencoba pasti ada jatuh nya. Tapi jangan dilihat seberapa banyak jatuhnya, melaikan seberapa banyak kamu dapat bangkit.
5. Tekunlah berlatih. Orang yang tidak pintar, tapi belajar, lebih baik daripada yang pintar tapi tidak belajar. Lebih baik lagi jika pintar dan belajar.
6. Belajarlah dari orang sukses. Tentu kalau kamu bercita-cita menjadi presiden, figur presiden seperti apa yang kamu inginkan. Tentukanlah sesuai dengan cita-citamu
7. Berdoalah dan tawakal selalu. Agar hidupmu tenang, berdoalah.
8. Mintalah doa dari orang-orang yang kita cintai dan disekeliling kita.

Mungkin itu dulu tips dari saya. Semoga bermanfaat.

Senin, 05 April 2010

Kisah Persahabatan

Ini adalah kisah saya tentang persahabatan. Dimulai ketika saya memasuki jenjang pendidikan SMA.

Semenjak ibu kandung saya meninggal dunia pada 20 Oktober 2001, orang tua saya selalu menyuruh saya untuk pindah sekolah ke Sukabumi (Smi). Saat ibu saya meninggal, saya masih duduk di tingkat I SMP di Bekasi (Bks). Meskipun orang tua saya menyuruh saya pindah, saya menolaknya. Saya berpikir bahwa sekolah di Smi tidak menyenangkan karena harus memakai bahasa Sunda, sedangkan saya sama sekali tidak bisa bahasa Sunda meski saya keturunan Sunda. Tambah lagi saat itu saya punya seorang pacar yang tidak bisa saya lupakan.

Alasan yang tidak masuk akal, memang. Tapi akhirnya saya bisa bertahan sekolah di Bks dengan berpindah tempat tinggal bersama ayah saya. Berpindah mulai dari rumah kontrakan hingga tinggal di rumah kantor (rumah yang berfungsi sebagai kantor) milik teman ayah saya. Di sana, saya bisa belajar computer, berhubung teman ayah saya tersebut seorang master computer (designer web). Tentu saja, tempat tinggal yang berpindah tersebut disertai dengan kehidupan yang menurut saya sengsara.

Lulus SMP Juli 2004, saya tidak punya alasan lagi untuk tidak pindah ke Smi. Akhirnya saya masuk ke SMA terfavorit di Smi dengan berat hati. Saat itu, saya sudah putus dengan pacar saya dan saya pergi tanpa mengucapkan salam padanya. Di sana, saya merasa tidak betah karena saya tidak memiliki teman dan saya termasuk orang yang kuper. Tapi, setelah agak lama, saya mulai betah sekolah di sana dan mendapat beberapa teman.

* * *

Semester awal, saya memperoleh seorang teman sekaligus sahabat. Ia seorang siswi yang muslimah, berkerudung dan berkacamata. Di tingkat I, ia menjadi teman sekelas saya. Perkenalan saya dengannya diawali dengan bertanya masalah kacamata, karena saya juga memakai kacamata. Lalu, saya mulai sering bercerita tentang kehidupan saya ketika di Bks dan Jakarta (Jkt). Ternyata, saya mulai sering berkomunikasi dan bertambah dekat dengannya. Terlebih ketika saya saling curhat dengannya dan sama-sama memiliki kenangan buruk tentang ehm .. pacaran.

Sejak saat itu, saya jadi selalu ngobrol dengannya, pulang sekolah bareng meski rumahnya hanya berjarak sekitar 200 meter dari sekolah, saling telepon, hingga saling mampir ke rumah masing-masing. Pokoknya tiada hari tanpa berkomunikasi dengannya. Saya pun menganggapnya sebagai sahabat terbaik saya. Namun, bagi teman-teman saya, saya terlihat seperti sedang berpacaran sehingga saya selalu digosipkan berpacaran dengan sahabat saya tersebut.

Persahabatan saya dengannya hanya berjalan sekitar 3 bulan saja. Awal mundurnya persahabatan saya dimulai bulan September 2004. Saat itu gosip sudah menyebar ke sembilan kelas tingkat I. Saya mendapat kabar yang belum tentu benar, bahwa ada seorang siswi tingkat I yang menyukai saya. Mendengar hal tersebut, sahabat saya memaksa saya untuk menerima siswi tersebut karena ia sudah lelah digosipkan.

Saya pun merasa kesal dan jengkel pada sahabat saya. Saya sempat tidak memberi maaf saat ia meminta maaf sepulang sekolah. Tapi, begitu mengetahui bahwa ia menangis, saya jadi merasa bersalah dan saya pun bergegas pulang. Di rumah, saya langsung meneleponnya, lagi-lagi ia meminta maaf sambil menangis. Akhirnya saya memaafkannya. Itulah pertama kalinya dan merupakan kesalahan terbesar saya karena sudah membuat sahabat saya menangis.

Beberapa hari kemudian, masalah lebih besar muncul. Ada orang lain yang memfitnah saya. Ia mengirim sms pada sahabat saya, yang mengatakan bahwa saya sudah punya pacar dari tingkat II. Padahal itu tidaklah benar dan saya sudah mulai bertekad untuk tidak pacaran lagi. Ia juga mengirim pesan agar sahabat saya menjauhi saya karena saya bisa merusak citra perempuan.

Sejak kasus tersebut, akhirnya sahabat saya memutuskan untuk menjaga jarak dengan saya. Persahabatan saya pun pudar. Tidak ada lagi ngobrol akrab, tidak ada lagi pulang bareng, tidak ada lagi saling telepon, yang ada hanya bertatap muka tanpa bisa berkomunikasi lancar.

Hingga saat ini, saya tidak tahu siapa pelaku yang mengirim sms fitnah tersebut. Saya hanya bisa menduga bahwa ia adalah orang yang tidak menyukai persahabatan saya dan ingin menjauhkan saya dengan sahabat saya.

* * *

Di tingkat II tahun 2005, saya mendapat teman-teman baru karena ada pembagian kelas menjadi program IPA dan IPS. Saya masuk program IPA. Sahabat saya pun masuk program IPA tetapi berbeda kelas dengan saya. Saat itu, persahabatan saya dengannya masih pudar. Saya hanya bisa berkomunikasi dengannya untuk hal-hal yang penting saja.

Sepanjang tingkat II ini saya hanya merasakan pertemanan yang umumnya terjadi. Saya belum mendapatkan lagi teman yang bisa menjadi sahabat saya. Hanya saja, teman-teman di tingkat II ini sangat berbeda dengan teman-teman di tingkat I. Mereka sangat baik, ramah dan setia kawan, tidak bersifat berandal seperti sebagian teman-teman di tingkat I. Mereka pun memiliki kemampuan akademik tinggi dan senantiasa berpikiran kritis, maklum, saya masuk ke salah satu kelas unggulan generasi pertama. Mereka pun saling membantu dan tidak diam saja terhadap temannya yang tertinggal, baik secara administrative maupun akademik. Hebatnya, mereka sangat berbeda jika sudah bercanda. Mereka menjadi orang yang gila canda, wajah mereka jadi terlihat bodoh, tidak seperti wajah mereka yang sedang belajar, serius sebagai siswa kelas unggulan.

* * *

Di tingkat III tahun 2006, saya mulai menyadari bahwa saya akan meninggalkan teman-teman yang jujur saja, amat saya sayangi. Tapi, di saat-saat terakhir, justru persahabatan lama saya dahulu kembali terjalin baik. Sejak ulang tahunnya bulan Desember 2006, saya jadi sering meneleponnya yang bahkan lamanya mendekati dua jam. Saya pun jadi kembali sering ngobrol dengannya di sekolah, juga saling curhat. Terakhir, ia memberi saya kado ulang tahun saya pada Juni 2007. Saya dan sahabat saya tidak khawatir akan gosip, sebab gosip tersebut telah lama menghilang.

Di saat-saat terakhir pula saya mendapat sahabat lain yang mungkin hanya sebentar saja bisa menemani saya. Sahabat saya tersebut yakni seorang siswi teman sekelas saya dan empat siswi adik kelas saya di tingkat II.
Sahabat sekelas saya adalah seorang siswi yang baik, berkerudung dan bersenyum manis. Ia merupakan pengurus aktif ekskul PMR dan ia sangat betah jika sudah masuk ke ruang PMR. Awalnya saya hanya berteman biasa dengannya bahkan saya sempat sebal dengannya karena di tingkat II ia merupakan siswi yang menurut saya sangat judes. Namun, persahabatan saya dimulai ketika ia bercerita pada saya bahwa ia sedang menyukai seseorang yang juga sekelas dengannya yang berarti teman saya juga. Saya dengan senang hati membantu menyelesaikan masalah tersebut. Pada akhirnya, ia jadi sering curhat pada saya dan menjadi lebih akrab dengan saya.

Hanya saja, ia orangnya agak manja. Terbukti, ia sering minta diantar apabila ke ruang PMR dan selalu ingin agar keinginnya tercapai. Tapi saya tetap menjadi teman baiknya karena sifatnya yang baik, penyayang, meski agak pendiam. Ia senantiasa menyayangi semua teman-teman dekatnya, tapi entah apakah saya termasuk atau tidak. Sepertinya saya tidak termasuk.

Saat semester tingkat III sedang berjalan, saya diminta tolong oleh salah satu teman sekelas saya untuk membantu memberi materi Kimia kepada adik kelas. Mereka adalah anggota ekskul perpustakaan (pustakawan) dimana teman sekelas saya tersebut adalah ketuanya.

Saya tidak menolak tetapi justru menerimanya dengan senang hati. Saya pun mulai memberi materi Kimia kepada empat adik kelas tersebut. Mereka adalah siswi-siswi muslimah dari kelas unggulan yang sama dengan saya, mereka adalah generasi kedua. Mereka memiliki sifat yang cukup humoris dan yang terpenting mereka ceria dan sangat kompak.

Anehnya, mereka yang awalnya hanya saya beri materi Kimia, ternyata makin dekat dengan saya. Saya menjadi sering bertemu mereka dan setiap kali bertemu saya selalu menyempatkan diri bersama mereka. Terkadang saya bercanda, terkadang mereka curhat dan saya pun sering memberi nasihat ketika mereka ada masalah.

Saya menjadi setiap hari mengunjungi perpustakaan demi bertemu mereka. Di saat tingkat III sudah bebas dan libur pasca UAN dan UAS, saya tetap datang ke sekolah untuk bertemu mereka. Ketika mereka sedang belajar di kelas, saya tetap menunggu mereka hingga usai belajar. Saat itu, hampir setiap hari saya pulang ke rumah saat hari sudah mulai malam.

Sampai saat-saat terakhir saya sekolah di Smi, keempat adik kelas saya tersebut tetap menemani saya disaat teman-teman sekelas saya serta sahabat saya yang lain tidak hadir di sekolah. Saya sempat ikut dengan mereka berkunjun ke rumah salah seorang guru Biologi untuk acara makan-makan.

Hanya ada satu moment dimana mereka tidak menemani saya, yakni saat saya mengikuti SPMB di Cianjur. Mereka sudah libur kenaikan tingkat III. Mereka hanya memberikan surat dan semangat pada saya. Sejak saat itu, otomatis saya berpisah dengan mereka, karena saya sudah resmi menjadi alumni SMA saya. Tapi saya mengatakan pada mereka bahwa saya akan sering ke Smi untuk bertemu mereka. Tidak lupa, sebelum berpisah, saya sempat berfoto bersama mereka, ketika di rumah guru Biologi juga ketika acara perpisahan tingkat III.

Bagi saya, mereka sudah saya anggap sebagai adik saya yang saya sayangi. Kehadiran mereka terasa belum lengkap bila salah satu dari mereka tidak hadir. Merekalah salah satu factor yang membuat saya merasa betah di sekolah bahkan hingga saya merelakan diri menginap sendirian di masjid sekolah.

* * *

Kini saya sudah lulus dari SMA. Saya akan sulit untuk bertemu teman-teman dan sahabat-sahabat saya karena saya sudah terpisah cukup jauh dari mereka dengan kembali ke Jkt.

Sahabat pertama saya kuliah jurusan Psikologi di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Ia memang berkeinginan untuk menjadi seorang psikolog. Sahabat saya yang kedua kuliah di bidang kebidanan atau keperawatan. Informasi yang saya dapat, ia memilih kuliah di perguruan tinggi di Smi. Adik kelas saya masih sekolah di Smi hingga tahun ajaran 2007/2008 berakhir. Teman-teman saya kuliah di perguruan tinggi yang berbeda-beda.

Tapi, meski mereka pada akhirnya berpencar jauh, saya berharap masih bisa berkomunikasi dan bertemu dengan mereka lagi. Sebab merekalah teman dan sahabat terbaik yang pernah saya miliki yang tidak saya dapatkan ketika di SMP dulu.

Sejujurnya, saya selalu dikelilingi berbagai masalah di kehidupan saya. Tapi dengan kehadiran mereka, saya jadi merasa nyaman dan bisa bertahan menghadapi semua masalah-masalah tersebut.