Pages

Kamis, 26 Februari 2015

Prinsip Pengobatan kedokteran Dalam Islam

Postingan kali ini berhubungan dengan salah satu materi kuliah yg kuikuti di bimbingan HPAI mengenai bagaimana prinsip pengobatan dalam islam atau nama gaulnya tuh thibbun nabawi.. nah karena kan bnyak tuh, org2 klo sakit hanya mengandalkan manjur tidaknya obat.y tnpa memikirkan klo trnyata berobat itu prlu memperhatikan beberapa hal, yaitu :

1. Prinsip keyakinan, yaitu bahwa yang menyembuhkan adaiah Allah SWT. Dengan demikian dalam merawat pasien harus dilakukan dengan ihsan dan sesuai dengan syari'at Islam (Al Qur'an dan As Sunnah).

2. Menggunakan obat halal dan thoyyib (baik), serta tidak sekali-kali menggunakan obat-obatan yang haram / tercampur bahan yang haram.

3. Prinsip pengobatan yang tidak membawa mudharat (bahaya). Pengobatan ini tidak sekali-kali mencacatkan (merusak) tubuh, kecuali keadaannya sangat darurat dan tidak ada pengobatan lain pada saat itu.

3. Prinsip pengobatan: tidak berbau tahayul, khurafat dan bid'ah.
Prinsip mencari yang lebih baik, berdasarkan kaedah Islam dan ilmu-ilmu pengobatan.

4. Mengambil sebab melalui ikhtiar (berusaha) serta tawakal (berserah diri), juga selalu ikhtiar mencari yang terbaik.

Konsep Kekuatan Fitrah {VitalForce)

Kita telah mengetahui bahwa Allah SWT telah membekali manusia suatu sistem imunitas yang dikenal sebagai kekuatan fitrah. Kekuatan fitrah tergantung kepada 4 (empat) faktor, yaitu
Spiritual (kalbu),
Mental (akal),
Emosi (nafsu) dan
Fisikal (jasmani).

Melalui ke-4 asas inilah Kedokteran Islam meletakkan kaedah perawatan penyakit. Karena bagi si pasien bukan hanya pil, tablet dan suntikan yang diperlukan, tetapi lebih dari itu yaitu 4 (empat) faktor di atas:

Aspek spiritual
Kepada pasien perlu selalu dilakukan pembinaan spiritual sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu selalu meletakkan segunung harapan kepada setiap pasien bahwa "LikuHi dain dawauri' (setiap penyakit pasti ada obatnya).

Mengeluarkan kekuatan fitrah pasien melalui kaedah amalan dzikir. Diantara dzikir yang bisa diamalkan ialah do'a Nabi Yunus as: Tiada Tuhan selain Engkau, sesungguhnya kami termasuk orang yang dzalim. Seringkali pasien mengalami stress yang akan menghilangkan kekuatan fitrah, maka penawar yang digunakan ialah: sabar dan shalat.

Aspek Mental.
Mengubah persepsi pasien terhadap penyakit.Kebanyakan pasien gagal melihat penyakit sebagai kasih sayang dari Allah SWT.Mereka selalu memikirkan yang hilang daripada melihat kebaikan yang masih ada.Perasaan pemilik mutlak menjadikan mental mereka lebih parah.Penawar yang paling mujarab ialah meletakkan azas keyakinan kepada Qadha (ketetapan) dan Qadar (ketentuan) Allah SWT yang tinggi.

Aspek Emosi (nafsu).
Salah satu penawar yang paling mujarab untuk mengendalikan emosi ialah berpuasa.Berpuasa menjadikan emosi seseorang terkendali.Menghindari makanan seperti daging, ikan berdaging hitam, makanan berasam merupakan kaedah perawatan yang terbaik.

Aspek Fisik (jasmani).
Fisik atau tubuh manusia terjadi dari sumber-sumber yang halus dan lembut.Penggunaan bahan kimia sintetis menjadikan tubuh menghadapi tekanan yang maha berat.Berapa banyak kerusakan yang disebabkan oleh obat.Hanya kehalusan dan kelembutan herba sajalah yang sesuai dengan fisiologi
tubuh manusia. Salah satu cara yang digunakan untuk mengistirahatkan tubuh adaiah mendapatkan tidur yang berkualitas

Tidak ada komentar: