Pages

Minggu, 19 Januari 2014

Jiwa Yang Hilang



Belenggu hitam itu seakan terus menarikku
Menahan jiwa yang telah jauh dari kehangatan
Jiwa yang hilang berusaha mencari tempat bermuaranya
Tersesat dalam kegelapan yang haus akan cahaya

Oh jiwaa…
Kemanakah dirimu??
Masihkah kau terus berjalan tanpa arah seperti ini??
Dirinya yang merindu telah menunggu akan kehangatan dari belaian malam mu..
Berharap kegelapan itu akan mematahkan rantai hitam yang membelenggu aliran nadi

oh kembalilah..
Kuharap kembalilah..

Wahai jiwaku..
Cahaya itu telah menunggumu dalam penantiannya..
Penantian manis akan harapan dari kebaikan dirimu..
Mengeluarkanmu dari kenikmatan semu
Bagai fatamorgana yang hanya mampu menjadi penyejuk mata
Tidakkah engkau letih ?
Letih terus mengejar angan yang tak berujung??
Angan yang semakin menenggelamkanmu ..
Tenggelam semakin dalam menjauhi cahaya itu..
Tidakkah engkau rindu pada ragamu yang telah kosong karena kehilanganmu??
Melupakan diri akan hakikat penciptaanmu..

Wahai jiwa..
Manisnya hidup ini akan engkau rasakan..
Dalam sujudmu ditengah keheningan malam..
Saat air membasahi kelopak mata yang telah lama kering melupakannya..
Saat kau begitu merasa dekat dalam dekapannya..
Saat kau tak mengharapkan siapapun kecuali dirinya..
Saat seluruh raga dan urat nadimu engkau percayakan padanya..

Kembalilah..
Kembalilah.. wahai jiwaku..
Karena saat itulah engkau akan merasakan kehangatan begitu sempurna dalam naungan kasih sayangnya..

by: Nur Azizah Junaid

Tidak ada komentar: