Belenggu hitam itu
seakan terus menarikku
Menahan jiwa yang
telah jauh dari kehangatan
Jiwa yang hilang
berusaha mencari tempat bermuaranya
Tersesat dalam kegelapan
yang haus akan cahaya
Oh jiwaa…
Kemanakah dirimu??
Masihkah kau terus berjalan
tanpa arah seperti ini??
Dirinya yang merindu
telah menunggu akan kehangatan dari belaian malam mu..
Berharap kegelapan itu
akan mematahkan rantai hitam yang membelenggu aliran nadi
oh kembalilah..
Kuharap kembalilah..
Wahai jiwaku..
Cahaya itu telah
menunggumu dalam penantiannya..
Penantian manis akan
harapan dari kebaikan dirimu..
Mengeluarkanmu dari
kenikmatan semu
Bagai fatamorgana yang
hanya mampu menjadi penyejuk mata
Tidakkah engkau letih
?
Letih terus mengejar
angan yang tak berujung??
Angan yang semakin
menenggelamkanmu ..
Tenggelam semakin
dalam menjauhi cahaya itu..
Tidakkah engkau rindu
pada ragamu yang telah kosong karena kehilanganmu??
Melupakan diri akan
hakikat penciptaanmu..
Wahai jiwa..
Manisnya hidup ini
akan engkau rasakan..
Dalam sujudmu ditengah
keheningan malam..
Saat air membasahi
kelopak mata yang telah lama kering melupakannya..
Saat kau begitu merasa
dekat dalam dekapannya..
Saat kau tak
mengharapkan siapapun kecuali dirinya..
Saat seluruh raga dan
urat nadimu engkau percayakan padanya..
Kembalilah..
Kembalilah.. wahai
jiwaku..
Karena saat itulah
engkau akan merasakan kehangatan begitu sempurna dalam naungan kasih
sayangnya..
by: Nur Azizah Junaid
by: Nur Azizah Junaid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar