Pages

Minggu, 24 Agustus 2014

Chaiim


Ahad, 10 Agustus 2014

Lama gak nge blog membuatku semakin rindu menuliskan semua curahan hatiku yang tak bisa kuceritakan atau kuungkapkan kepada siapapun terkecuali kepada Rabbku yang maha mengetahui. Teringat ketika CBT saat dimana salah satu resolusiku yaitu menulskan semua curahan hati yng kadang megganjal dalam suatu diary yang setidaknya bisa meringatkan beban dipikiran yang terkadang membuatku gelisah dan tak mampu terlelap dalam tidur nyeyakku..


haaa malam ini mungkin baru pertama kalinya malam tersesak dalam hidupku setelah motivator SMA itu telah pergi dan meninggalkanku bahkan tak pernah lagi menganggapku ada saat ini.. ya waktunya memang move on dari sesuatu yang tak boleh dipaksakan terlebih kehadirannya yang sama skali  tak ada sedikitpun harapan bisaa terwujud, dan saat Ini bukan waktunya membahas dia yang telah menjadi masa lalu.

Chaaaiiim..
Sosok yang awalnya kutak begitu yakin dengannya, karena awalnya kami hanya berteman dan tak ada sedikitpun perasaan yang membuatku yakin dengan diaa..
Namun ternyata diala sosok yang begitu setia kepadaku..

Bahkan keluarga dan orang tuanya pun telah diperkenalkan kepadaku, yang membuatku begitu akrab dan dekat dengan adik serta orang tuanyaa.. dan alhamdulilah kehadiranku sama skali tak dirisaukan oleh mereka, aku disambut baik di dalamnya yang awalnya ku mengira bahwa ortunya akan risih karena akulah wanita pertama yang diperkenalkan chaiim kepada umminya, tapii Alhamdulillah kami mendapat restu dari ummiya asalkan kami akan selalu menjaga jarak sebelum halal karena aku mengerti bahwa ortunya merupakan org yang paham agama begitupun dengan aku dan chaiim, tapii insyaAallah aku akan berusaha menjaga kesucian cintaku padanya.. chaim sengaja memperkenalkan aku kepada ortunya hanya untuk meyakinkan umminya bahwa dia telah mempunyai sosok yang cintainya..masyaAllah :)

Chaiim begitu setia, pengertian, dan begitu ingin menjagaku, dimana semuanya telah kubuktikan dan membuatku yakin akan ketulusan cintanya..

Setia..
karena hanya saya teman wanita yang dekat dengannya, terlebih ketika kumelihat akun fb dan bbm yang hanya akulah teman wanitanya, dan keakraban kami sudah berlangsung 4 tahun dan dia begitu sabar menghadapii semua sikapku yang kadang menjengkelkan dan acuh kepadanya karena saat itu ku sama skali tak punya perasaan kepdanya..

Pengertian..
Karena dia sama skali tak pernah marah kepadaku..sosok yang begitu sabar mngahdapi segala sikap dan keacuhanku.. terlebih ketika diriku disibukkan dengan setumpuk laporan dan lab, dan tak ada sedikit waktu ku melungkan waktu untuk membalas pesan ataupun mengangkat teleponnya tapii tak ada sedikit pun rasa jengkel atau ingin mundur menghadapii sikapku itu, meskipun aku tau jika ia mau, maka dia bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari diriku yang tak ada apa2nya..

Chaiim merupakan sosok yang begitu menjaga diriku, karena dirinya tak seperti laki-laki pada umumnyaa.. ketika ku berkunjung silaturahim dia begitu menjaga hijab ketika berbicara padaku, umminya hanya melirik sambil tersenyum dengan itu semua. Dia sama skali tak pernah mengajakku untuk jalan keluar seperti org pada umumnya dan selalu menegur dan menasehatiku jika ku salah dalam bertindak. Dirinya hanya selalu mengatakan bahwa suatu saat nnti ketika kutelah siap dan telah menyelesaikan kuliahku yang menjadi salah satu syarat utama abiku bisa menerimanya, dia akan datang kerumah dan mengutarakan maksud baiknya kepdaku.. namun bukan sekarang.

Justru kerena ketulusan yang bisa kubaca itulah, membuatku harus semakin menjaga jarak dengannya agar perasaan itu tidk akan pudar oleh waktu . karena aku yakin perpisahan itu akan mengajarkan kita akan arti dan bermaknanya sebuah pertemuan, insyAllah semoga Allah mempertemukan kita kembali dalam naungan cinta karena-Nya ;)

Tidak ada komentar: