Ahad, 10 Agustus 2014
Lama gak nge blog membuatku semakin rindu menuliskan semua
curahan hatiku yang tak bisa kuceritakan atau kuungkapkan kepada siapapun
terkecuali kepada Rabbku yang maha mengetahui. Teringat ketika CBT saat dimana
salah satu resolusiku yaitu menulskan semua curahan hati yng kadang megganjal
dalam suatu diary yang setidaknya bisa meringatkan beban dipikiran yang
terkadang membuatku gelisah dan tak mampu terlelap dalam tidur nyeyakku..
haaa malam ini mungkin baru pertama kalinya malam tersesak dalam
hidupku setelah motivator SMA itu telah pergi dan meninggalkanku bahkan tak
pernah lagi menganggapku ada saat ini.. ya waktunya memang move on dari sesuatu
yang tak boleh dipaksakan terlebih kehadirannya yang sama skali tak ada sedikitpun harapan bisaa terwujud, dan
saat Ini bukan waktunya membahas dia yang telah menjadi masa lalu.
Chaaaiiim..
Sosok yang awalnya kutak begitu yakin dengannya, karena awalnya
kami hanya berteman dan tak ada sedikitpun perasaan yang membuatku yakin dengan
diaa..
Namun ternyata diala sosok yang begitu setia kepadaku..
Bahkan keluarga dan orang tuanya pun telah diperkenalkan
kepadaku, yang membuatku begitu akrab dan dekat dengan adik serta orang
tuanyaa.. dan alhamdulilah kehadiranku sama skali tak dirisaukan oleh mereka,
aku disambut baik di dalamnya yang awalnya ku mengira bahwa ortunya akan risih
karena akulah wanita pertama yang diperkenalkan chaiim kepada umminya, tapii Alhamdulillah
kami mendapat restu dari ummiya asalkan kami akan selalu menjaga jarak sebelum
halal karena aku mengerti bahwa ortunya merupakan org yang paham agama
begitupun dengan aku dan chaiim, tapii insyaAallah aku akan berusaha menjaga
kesucian cintaku padanya.. chaim sengaja memperkenalkan aku kepada ortunya
hanya untuk meyakinkan umminya bahwa dia telah mempunyai sosok yang
cintainya..masyaAllah :)
Chaiim begitu setia, pengertian, dan begitu ingin menjagaku,
dimana semuanya telah kubuktikan dan membuatku yakin akan ketulusan cintanya..
Setia..
karena hanya saya teman wanita yang dekat dengannya, terlebih
ketika kumelihat akun fb dan bbm yang hanya akulah teman wanitanya, dan
keakraban kami sudah berlangsung 4 tahun dan dia begitu sabar menghadapii semua
sikapku yang kadang menjengkelkan dan acuh kepadanya karena saat itu ku sama
skali tak punya perasaan kepdanya..
Pengertian..
Karena dia sama skali tak pernah marah kepadaku..sosok yang
begitu sabar mngahdapi segala sikap dan keacuhanku.. terlebih ketika diriku disibukkan
dengan setumpuk laporan dan lab, dan tak ada sedikit waktu ku melungkan waktu
untuk membalas pesan ataupun mengangkat teleponnya tapii tak ada sedikit pun
rasa jengkel atau ingin mundur menghadapii sikapku itu, meskipun aku tau jika
ia mau, maka dia bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari diriku yang
tak ada apa2nya..
Chaiim merupakan sosok yang begitu menjaga diriku, karena
dirinya tak seperti laki-laki pada umumnyaa.. ketika ku berkunjung silaturahim
dia begitu menjaga hijab ketika berbicara padaku, umminya hanya melirik sambil
tersenyum dengan itu semua. Dia sama skali tak pernah mengajakku untuk jalan
keluar seperti org pada umumnya dan selalu menegur dan menasehatiku jika ku
salah dalam bertindak. Dirinya hanya selalu mengatakan bahwa suatu saat nnti
ketika kutelah siap dan telah menyelesaikan kuliahku yang menjadi salah satu
syarat utama abiku bisa menerimanya, dia akan datang kerumah dan mengutarakan
maksud baiknya kepdaku.. namun bukan sekarang.
Justru kerena ketulusan yang bisa kubaca itulah, membuatku harus
semakin menjaga jarak dengannya agar perasaan itu tidk akan pudar oleh waktu . karena
aku yakin perpisahan itu akan mengajarkan kita akan arti dan bermaknanya sebuah
pertemuan, insyAllah semoga Allah mempertemukan kita kembali dalam naungan
cinta karena-Nya ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar