Seperti yang telah kita ketahui Rukun Iman ada 6 perkara:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah (Al-Qur'an, Zabur, Taurat, dan
Injil)
4. Iman kepada Rasul-rasul Allah
5. Iman kepada hari Akhirat
6. Iman kepada Qada dan Qadar
Ada masa dimana iman tidak lagi diterima,seperti yang disabdakan
Rasulullah Shalallahu
alaihi wassalam :
Hadis riwayat Abu Zar ra.: "Bahwa pada suatu hari Nabi saw.
bersabda: Tahukah kalian ke mana matahari pergi? Para sahabat menjawab Allah
dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda lagi: Matahari berjalan
hingga berakhir sampai ke tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu menjatuhkan
diri bersujud. Dia (matahari) terus dalam keadaan begitu hingga difirmankan
kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari pun kembali,
sehingga di waktu pagi terbit lagi dari tempat terbitnya. Kemudian berjalan,
hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu bersujud dan tetap
dalam keadaan begitu, sampai difirmankan kepadanya: Naiklah, kembalilah dari
mana engkau datang. Matahari kembali, sehingga di waktu pagi muncul dari tempat
terbitnya. Kemudian ia kembali berjalan tanpa sedikit pun manusia menyadarinya,
hingga berakhir pada tempat menetapnya itu di bawah Arsy, lalu difirmankan
kepadanya: Naiklah, terbitlah dari Barat. Maka pagi berikutnya, matahari terbit
dari sebelah Barat. Rasulullah saw. melanjutkan: Tahukah kalian kapan itu
terjadi? Itu terjadi saat: (Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi
dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau ia belum mengusahakan
kebaikan dalam masa imannya )"
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 228.
Dalam Surat Al Baqarah 2 Ayat 8 Berbunyi: Di antara manusia ada
yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian",
padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata: Aku mendengar Nabi
saw. bersabda sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah:
Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti ini
(mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat).
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5244
Al Baqarah(2) ayat 62: Sesungguhnya orang-orang mukmin,
orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di
antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal
saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran
terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat puluh.
Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari? Ia menjawab: Aku
tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan? Ia menjawab:
Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab:
Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi: Lalu Allah
menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya
tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur
selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia
akan disusun kembali pada hari kiamat.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 5253
Hanya untuk mengingatkan akan beberapa tanda-tanda hari kiamat:
1. Rasulullah memberitahukan kepada para sahabatnya tentang apa
yang akan terjadi hingga hari kiamat seperti yang disabdakan Rasulullah:Hadis
riwayat Hudzaifah bin Yaman ra.: Hudzaifah bin Yaman berkata: Demi Allah, aku
adalah orang yang paling mengetahui setiap fitnah yang akan terjadi dari sejak
zamanku sekarang sampai hari kiamat, karena Rasulullah saw. pernah membisikkan
kepadaku sesuatu tentang hal itu yang tidak pernah dibicarakan kepada orang
selainku. Tetapi Rasulullah saw. pernah bersabda ketika beliau bicara dalam
suatu majelis yang aku hadiri tentang fitnah. Kemudian Rasulullah saw. bersabda
sambil menyebutkan satu-persatu fitnah-fitnah itu di antaranya adalah tiga
fitnah yang hampir tidak meninggalkan sesuatu apa pun, di antaranya juga ada
fitnah yang seperti hembusan angin musim panas, ada yang kecil dan ada yang
besar.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5146
2. Kita sudah sering lihat bagaimana orang muslim dengan orang
muslim sering berantem dan bahkan ingin membunuh,baik itu membunuh karakternya
atau seperti yang kita kenal yaitu Fitnah sehingga karakter orang itu jadi
jelek,Hadis riwayat Usamah ra.: Bahwa Nabi saw. menaiki salah satu bangunan
tinggi di Madinah, kemudian beliau bersabda: Apakah kalian melihat apa yang aku
lihat? Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah di antara
rumah-rumahmu bagaikan tempat turunnya air hujan.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5135
ataupun dua orang muslim bertarung ,masing-masing menghunus
pedang,sehingga saling membunuh.Hadis riwayat Abu Bakrah ra., ia berkata: Aku
mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila dua orang muslim saling bertarung
dengan menghunus pedang mereka, maka pembunuh dan yang terbunuh, keduanya akan
masuk neraka. Aku (Abu Bakrah) bertanya atau beliau ditanya: Wahai Rasulullah,
kalau yang membunuh itu sudah jelas berdosa, tetapi bagaimana dengan yang
terbunuh? Beliau menjawab: Karena sesungguhnya ia juga ingin membunuh
saudaranya.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5139
Tidak ada komentar:
Posting Komentar